Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Wakil MUI di Konferensi Internasional di Makkah Tawarkan Islam WasathiyahAtasi Ekstremisme

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2023 20:15 8:15 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Agustus 2023 20:45
Bagikan
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Cholil Nafis
Bagikan

Hidayatullah.com—Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis hadir dalam konferensi Internasional tentang Konsolidasi dan Kordinasi Tokoh Umat Islam di Makkah Arab Saudi.

Konferensi internasional yang dihadiri oleh para ulama, mufti dan dai dari 83 negara ini, Kiai Cholil menawarkan Islam Wasathiyah sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya ekstremisme di berbagai negara.

“Pembahasan utama tentang merekatkan persatuan umat Islam di seluruh dunia atas asas keagamaan Islam yang moderat (wasathi), toleran dan inklusif,” kata Kiai Cholil dikutip MUIDigital.

Kiai Cholil menerangkan, salah satu substansi dari pertemuan ini untuk menyelaraskan antara ajaran Islam yang ideal dan bicara tentang kenyataan umat yang penuh dengan dinamika.

Kiai Cholil menambahkan, persoalan yang kerap muncul di tengah umat yakni fanatisme yang buta terhadap golongannya sendiri. Akibat dari itu, kerap kali disertai dengan mengkafirkan kelompok lain yang berbeda pendapat.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Kiai Cholil sangat menyayangkan adanya pemahaman tersebut yang membuat persepsi agama menjadi malapetaka karena kesalahan dalam memahami teks agama.

Lebih lanjut, Kiai Cholil menyampaikan, dalam pertemuan ini juga mengulas tentang kenyataan dan harapan hubungan antara dunia Islam dan Kerajaan Arab Saudi.

“Bahkan dipersilahkan untuk mengajukan kritik sebagai harapan dan upaya memperbaiki hubungan dan memperkuat kerja sama antar lembaga keumatan dan kemasyarakatan umat di dunia Islam,” ujarnya.

Kiai Cholil menjelaskan, Islam Wasathiyah di Indonesia telah menjadi arus utama dalam paham keagamaan. Hal ini juga menjadi tema dari kegiatan besar ormas Islam di Indonesia yakni Muktamar NU dan Muhamadiyah, juga Musyawarah Nasional MUI.

“Pada prinsipnya Indonesia mampu menjaga kesatuan dan persatuan dengan banyak ragam etnis dan agama karena mayoritas umat berpaham Islam Wasathiyah,” ungkapnya.

Kiai Cholil menjelaskan, jika terjadinya peristiwa terorisme dan ekstremisme, bahkan pengeboman di Indonesia disebabkan oleh masih ada sebagian umat yang memiliki paham ekslusif.

“Dan biasanya tak berafiliasi dengan organisasi kemasyarakatan Islam yang besar di Indonesia. Kenyataan ekstremisme di tengah-tengah umat menjadi tugas ulama dan tokoh umat untuk terus menyerukan damai dan memahami Islam yang benar,” paparnya.

Menurut Kiai Cholil, sumber ekstremisme di Indonesia baik kiri maupun kanan juga disebabkan oleh pemahaman agama yang tidak proporsional. “Biasanya memahami ajaran Islam yang salah antara keleluasaan agama (rukhsah) dan ketetapan yang pasti dalam agama (‘azimah),” sambungnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menjelaskan, ekstrem kiri karena menggampangkan agama sehingga, apapun bisa dipahami diluar teks atas nama kemaslahatan.

Sementara ekstrem kanan, karena terlalu ketat dalam memahami agama sehingga, agama dipahamai secara harfiyah tekstual. Bahkan, melupakan realita kehidupan.

“Makanya Rasulullah SAW mengingatkan bahwa Rusaklah Orang-orang yang keterlaluan. Karenanya MUI menyampaikan 10 kriteria Wasathiyatul Islam agar menjadi pegangan dunia Islam dalam memberi fatwa dan membimbing umat,” ungkapnya.

Di antara 10 kriteria tersebut yakni seimbang dalam memahami teks dan konteks sehingga, bisa membedakan mana wilayah penyimpangan (inhiraf) yang harus diamputasi dan wilayah perbedaan (khilafiyah) yang harus ditoleransi.

“Bisa berfikir dinamis yang menyeimbangkan antara ajaran agama yang baku dan ajaran Islam yang dinamis. Cara ber-Islam yang wasathi ini akan selalu sesuai dengan perkembangan zaman dan mampu membangun peradaban,” tegasnya.

Apalagi, menurut Kiai Cholil, dunia Islam sangat membutuhkan pemahaman Islan Wasathiyah di tengah menghadapi berbagai paham keagamaan yang sangat ekstrem. Selain itu, juga menghadapi sekularisasi, ateisme dan Islamofobia.

“Dunia yang mengecil dengan teknologi informasi yang membanjir dari berbagai penjuru menjadi tantangan berat tokoh agama dalam membimbing umat,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiCholil NafisHeadlineIslam Wasathiyahkonferensi internasionalmakkahMUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kuwait dan Lebanon Melarang Segala yang Mempromosikan Ideologi Sesat LGBT,  termasuk Pemutaran Film Barbie
Tulisan selanjutnya Bareskrim Periksa 21 Saksi Guna Mengusut Dugaan TPPU Panji Gumilang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?