Hidayatullah.com—Juru bicara tentara pendudukan diizinkan untuk mempublikasikan bahwa Letnan Amti Zvi Granot dari Tel Aviv, yang memimpin Batalyon 75, dikabarkan tewas dalam operasi akibat terkena tembakan anti-tank di perbatasan Lebanon-Palestina.
Tentara penjajah mengumumkan Zvi Granot yang berusia 24 tahun tewas akibat tembakan anti-tank di daerah Nurit. Dengan demikian, pernyataan Hizbullah kemarin bahwa mereka menyerang 5 titik militer dan “beberapa tentara Israel terbunuh” terkonfirmasi.
Ada lima insiden penembakan anti-tank pada hari Ahad. Dalam insiden terpisah, seorang pekerja konstruksi asal Arab meninggal dan tiga lainnya terluka.
Total, ada tujuh warga ‘Israel’, satu warga sipil dan enam tentara IDF tewas saat mempertahankan perbatasan utara sejak mereka meluncurkan “Operasi Pedang Besi” pada Shabbos lalu.
Petugas IDF yang mati diidentifikasi Senin pagi selain Amitai Tzvi Granot, H’yd, putra HaRav Tamir Granot, Rosh Yeshivah dari Orot Shaul Yeshivah di selatan Tel Aviv, Granot, z’l, 24, warga Tel Aviv, menjabat sebagai komandan tim di Batalyon ke-75.
Sebelumnya, milisi bersenjata Lebanon melansir sebuah video penyerangan terhadap perkumpulan pasukan penjajah Zionis, di mana beberapa tank penjajah juga berkumpul di lokasi tersebut.
Dengan menggunakan senjata ATGM, milisi yang menamakan diri Hizbullah itu berhasil menghancurkan tank. Pasca penyerangan itu, tank-tank penjajah pun “buyar” dari lokasi.
Video terbaru itu, dipublikasikan oleh Al Jazeera, Senin, (16/10/2023).
Sayap militer Hamas, Brigade Izzudin al-Qassam, mengumumkan bahwa mereka melancarkan serangan komprehensif terhadap Israel yang disebut “Operasi Taufan Al-Aqsha” hari Sabtu, 7 Oktober 2023.
Serangan militer ini ikut memancing milis bersenjata di Lebanon, Iraq, dan sejumlah tempat untuk bisa ambil bagian ke Gaza, Palestina. Termasuk milisi Iraq Hash al-Shaabi, milisi Syiah yang didukung Iran hari Ahad yang juga mengancam pangkalan dan pasukan AS di Iraq jika Washington ikut campur dalam perang Israel-Gaza.*