Hidayatullah.com—Pemerintah Zionis ‘Israel’ dikejutkan dengan tewasnya perwira penting mereka, Letkol Salman Habaka (33). Salman, dari Yanuh-Jat, adalah seorang komandan di Batalyon Lapis Baja ke-53 dari Brigade Barak 188, tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza utara, demikian pengumuman IDF hari Kamis (2/11/2023) dikutip Jerusalem Post.
Selama pertempuran antara pasukan darat IDF dan pejuang Hamas hingga Rabu malam, Habaka memimpin unit lapis bajanya sambil melindungi tentara Brigade Golani, kata IDF, dan Habaka tewas di tempat.
Habaka merupakan komandan IDF peringkat tertinggi yang terbunuh di Jalur Gaza yang dikuasi pejuang. Habaka adalah perwira berpangkat tertinggi yang terbunuh sejak awal operasi darat IDF.
IDF mengumumkan Habaka tewas di tempat dalam pertempuran di Jalur Gaza, sementara tiga tentara lain terluka parah, dan seorang tentara tambahan dari Batalyon Caracal juga terluka.
Dalam pesan terakhirnya yang beredar secara luas di media sosial, Habaka sempat memberi ancaman para pejuang di Jalur Gaza.
Hakaba adalah tim prajurit yang sejaak tanggal 7 Oktober, ikut menyerang pejuang pembebasan Palestina, dalam pertempuran di Kibbutz Be’eri.
Dikutip laman israelnationalnews.com, Sabtu, pagi (7 Oktober), saat serangan mendadak pejuang Al-Qassam yang mematikan, Habaka menerima pesan tentang insiden besar di perbatasan Gaza. Meskipun prajuritnya dari Batalyon 53 Brigade Lapis Baja ke-188 berada di wilayah Hebron, dia langsung memindahkan pasukannya ke Tze’elim, di Israel selatan.
Habaka memasok pasukan di lapangan dengan senapan mesin, dan enam tank dan bergabung dalam pertempuran melawan pejuang. Anak buah Habaka diterjunkan di wilayah Be’eri, Kfar Aza, dan Nahal Oz.
Sejak 7 Oktober, lebih dari 300 tentara IDF tewas terbunuh, 20 lagi tewas sejak IDF melancarkan invasi darat ke Gaza minggu ini dalam pertempuran sengit melawan pejuang Hamas. Kematian Habaka diperkirakan akan menurunkan semangat pasukan penjajah di lapangan.*