Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Masih Bingung Perbedaan Antara Hamas dan Fatah?  Ini yang Perlu Anda Tahu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 November 2023 04:43 4:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 November 2023 16:35
Bagikan
Bagikan

Masih banyak orang bingung apa Fatah dan apa Hamas, mengapa Hamas dimusuhi dan Fatah jadi duta besar mewakili Palestina di berbagai belahan dunia

Hidayatullah.com | NAMA Harakah al-Muqāwamah al-Islāmiyyah atau diterjemahkan Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) kembali menjadi trend di media sosial ketika ‘Israel’ menghancurkan Jalur Gaza Palestina selama 26 hari ini tanpa henti.

Namun hingga saat ini, sebagian warga masyarakat masih bingung apa beda Hamas dengan Fatah, yang kini mendominasi PLO, yang memiliki banyak kantor kedutaan besar dan menisbatkan diri sebagai “wakil Palestina” di seluruh dunia?

Mengapa Hamas dimusuhi dan dicap “teroris” sedangkan Fatah dan PLO tidak? Ini penjelasanya agar kita semua paham.

Perbedaan antara Hamas dan Al-Taḥrīr al-Waṭanī L-filasṭīnī  (Fatah) adalah masalah akar sejarah panjang. Saya mencoba meringkasnya dengan cara sederhana.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Pendiri dan Filsafat Perjuangan:

Hamas. Didirikan oleh ulama Palestina, Syeikh Ahmad Yasin tahun 1987, yang dihubungkan oleh Dr Abdul Aziz al Rantisi, keduanya dibunuh penjajah ‘Israel’ melalui helikopter AH-64 Apache. Hamas beridiologi Islam, memiliki pemimpin senior yang terkenal, namanya Khalid Misy’al (orang Barat menulisnya Khaled Mashaal).

Khalid terus menjadi sasaran pembunuhan intelijen Zionis. Saa ini dia tinggal di Qatar dan mengepalai kantor Hamas Diaspora. Selain Khalid, ada juga pemimpin Hamas lain, Ismail Haniyah (orang Barat tidak bisa bahasa Arab, menulisnya Haniyeh).

Dia merupakan perdana menteri Palestina tahun 2006 tetapi kemudian digulingkan Amerika Serikat dan sekutunya. Masih ada banyak pemimpin Hamas lainnya.

Mereka awalnya berbasis dari gerakan Islam Ikhwan dan bertujuan membebaskan Palestina dan Masjidil Aqsha dari penjajahan. Gaza dan Asqalan (sekarang dicaplok penjajah ‘Israel’ menyebutnya Askelon), tempat asal Imam Syafi’i dan Imam Hajar al-Asqolani.

Hampir mayoritas warga Gaza dan Hamas berakidah Ahlus Sunnah dan Bermazab Syafi’iyah, tidak ada Syiah di Gaza. Dan ini yang jarang diketahui, masyoritas rakyat Gaza malu anaknya tidak hafal Al-Quran, dan salah satu syarat masuk Al-Qassam, sayap militer Hamas, harusnya penghafal Al-Quruan.

Fatah: Fatah didirikan oleh Yasser Arafat dan rekan -rekannya pada tahun 1965, beridiologi sekuler. Di antara mereka adalah mendiang presiden Otoritas Palestina – Yasser Arafat, ajudan Khalil al-Wazir dan Salah Khalaf, dan Mahmoud Abbas— yang merupakan presiden Otoritas Palestina saat ini.

Ada juga nama lain, Mohammad Dahlan yang dibuang dan tinggal di Uni Emirat Arab (UEA). Fatah didirikan di Kuwait akhir tahun 1950-an oleh orang Palestina diaspora setelah Nakba 1948.

Gerakan ini didasarkan pada perjuangan bersenjata melawan ‘Israel’ untuk membebaskan Palestina dari penjajahan militer.  Fatah punya sayap militer bernama al-Asifah  (Badai). Milisi Al-Asifah berbasis di beberapa negara Arab serta di Tepi Barat dan Gaza.

Di bawah Yasser Arafat, dan setelah Perang Arab-Israel 1967, Fatah menjadi partai dominan di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang berisi banyak anggota partai politik Palestina. PLO dibentuk tahun 1964 dengan tujuan untuk membebaskan Palestina, dan saat ini mengklaim sebagai “wakil rakyat Palestina” di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Setelah diusir dari Yordania dan Lebanon pada 1970-an dan 1980-an, gerakan tersebut mengalami perubahan mendasar. Fatah dan PLO  lebih bernegosiasi dengan penjajah ‘Israel’, sesuatu yang tidak dikehendaki rakyat Palestina sendiri.

Pada 1990-an, PLO yang dipimpin Fatah resmi menanggalkan senjata dan mendukung Resolusi 242 Dewan Keamanan PBB, yang menyerukan untuk membangun negara Palestina di perbatasan 1967 (Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza), berdampingan dengan ‘negara’ palsu ‘Israel’.

Justru sejak inilah banyak tanah-tanah warga Palestina berpindah dan dicaplok pihak penjajah.

PLO kemudian menandatangani Kesepakatan Oslo, yang mengarah pada pembentukan Otoritas Nasional Palestina, atau dikenal Otoritas Palestina saat ini. Tahun 2007, Fatah ikut sepakat “Solusi Dua Negara” yang hingga saat ini rakyat Palestina sendiri tidak menerimanya.

Hubungan dengan Penjajah ‘Israel’

Hamas: Mengambil pendekatan tidak mengakui negara palsu bernama ‘Israel’ yang didirikan dengan merampas tanah Palestina. Ketika mereka menyebut kemerdekaan Palestina, berarti bahwa orang Yahudi impor yang didatangkan Zionis harus kembali ke negara asal masing -masing di Eropa dan lainnya.

Hamas memilih mengangkat senjata melawan ‘Israel’ akan bisa mengembalikan tanah dan kehormatan Masjid Al-Aqsha. Karenanya banyak tokoh-tokohnya dibunuh dan beri cap ‘Teroris” oleh Israel dan Barat.

Sama seperti pejuang kemerdekaan kita dulu, karena tidak mau bekerja sama dengan Pemerintah Kolonial Belanda, Pangeran Diponegoro, Imam Bondjol, Teuku Umar dicap “ekstremis”. Anehnya, tuduhan-tuduhan ‘Teroris” buatan ‘Israel’ dan AS ini yang justru diadopsi para pemimpin dunia Islam.

Fatah: Mengambil pendekatan mengakui ‘Solusi Dua Negara’ , “perdamaian” atau “negosiasi” dengan pihak penjajah. Jika mereka menyebut “kemerdekaan Palestina”,  itu maksudnya Gaza dan Tepi Barat untuk orang -orang Arab (asli), sedang wilayah lain diboleh untuk orang -orang Yahudi pandatang, yang statusnya adalah penjajah.

Lokasi

Hamas terkosentrasi di Jalur Gaza, yang selalu menjadi sasaran pemboman besar-besaran penjajah. Sedang Fatah terkosentrasi di Ramallah dan Tepi Barat (lebih dekat dengan Masjid Al-Aqsha).

Pemerintah Pejabat Palestina

Hamas berhasil dipercaya semua masyrakat dengan memenangkan suara mayoritas Pemilu menjadi pemerintahan pada tahun 2006. Namun ‘Israel’, AS dan Barat tidak mengakui. Hamas tetep memerintah meskipun dunia tidak mengakui.

Sebalikknya, dunia –khususnya Israel dan AS– lebh memilih Fatah karena lebih menguntungkan ‘Israel’ dan Barat dan diakui perwakilanya di dunia. Jadi mayoritas duta besar Palestina berasal dari Fatah, yang tidak pernah berperang atau melawan ‘Israel’.

Kekuatan

Hamas: Tekanan ‘Israel’ lebih dari 75 tahun (ada yang mengatakan lebih dari 100 tahun) berdampak keberhasilan membangun kekuatan di berbagai sudut. Banyak warga Gaza memiliki prestasi dan keahlian akademik di berbagai bidang, termasuk pembangunan militer (dari rekrutmen lebih dari 30.000 anggota militer terlatih).

Meski sengaja dikucilkan ‘dunia’ karena tidak mau tunduk pada penjajah, hingga saat ini mampu memiliki hubungan diplomatik dengan negara -negara asing.  Berhasil mengembangkan tim manajemen kemanusiaan yang sistematis di berbagai lapisan, berhasil bekerja pada penerimaan kelompok lain di Palestina terhadap mereka sehingga dapat membangun kekuatan baru melawan ‘Israel’dan lainnya.

Fatah: Kekuatan tampaknya menurun dari hari ke hari. Dari gerakan jihadis beralih ke gerakan perdamaian dengan ‘‘Israel’’. Lebih ditolak oleh banyak kelompok di Palestina itu sendiri. Hubungan luar negeri dengan negara -negara asing tidak menonjol meskipun mereka memiliki banyak duta besar di seluruh dunia.

Ada banyak krisis internal di kalangan mereka. Bahkan kematian Yasser Arafat sendiri dikatakan terkait dengan krisis internal yang sedang berlangsung hingga hari ini.

Secara umum, para pemimpin Fatah masih dengan gaya mereka seperti yang ditulis di atas. Tetapi para anggota biasa Fatah, mulai banyak mendukung Hamas.*/Muhammad

Baca juga: Mengenal Hamas dan Fatah, Dua Partai Berpengaruh Palestina

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:beda Hamas dan FatahFatahHAMASHeadlineKedutaan PalestinaperlawananPilihan RedaksiPLO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (VIDEO) Perkembangan Perang Darat Militer Al-Qassam di Hari ke 26 Pertempuran Banjir Al-Aqsha
Tulisan selanjutnya Komandan Lapis Baja IDF Letkol Salman Habaka Tewas Ditembak Pejuang Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

Berita
9 Juni 2026 05:00
Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?