Hidayatullah.com– Uni Eropa bergerak untuk menghadapi dominasi China di sektor kendaraan listrik dengan mendirikan pabrik raksasa mobil listrik di tiga lokasi.
Dua pabrikan mobil terbesar di Eropa, Stellantis dan Mercedes-Benz, telah mengumpulkan dana sekitar €4,4 miliar untuk mendirikan tiga pabrik baru kendaraan listrik di wilayah Uni Eropa kurun beberapa tahun ke depan.
Dalam sebuah rilis pers hari Senin (12/2/2024), kedua perusahaan itu mengatakan bahwa total dana yang diperlukan untuk membuat tiga gigafactories itu sekitar €7 miliar, lapor Euronews.
Satu pabrik akan didirikan di Kaiserslautern di Jerman, satu di Termoli di Italia, dan satu pabrik akan dibangun di Prancis yang lokasinya belum disebutkan.
Pabrik-pabrik itu secara keseluruhan akan mempekerjakan sekitar 6.000 orang.
BNP Paribas, ING, Deutsche Bank dan Intesa Sanpaolo termasuk di antara bank yang ambil bagian dalam pendanaan. Pemerintah Jerman dN Prancis juga memberikan kontribusi sekitar €1,3 miliar. Namun, Italia masih belum mengungkapkan berapa dana yang akan disetorkannya.
Langkah ini diambil di kala sektor otomotif Eropa semakin khawatir dengan dominasi China di pasar kendaraan listrik.
Firma intelijen bisnis Statista menyebutkan bahwa China memproduksi sekitar 5,47 juta kendaraan listrik pada 2022, mencakup lebih dari setengah jumlah kendaraan listrik global.
Penjualan mobil listrik China buatan BYD mengalahkan Tesla di kuartal keempat 2023. Mobil listrik BYD terjual 526.000 unit sementara mobil Tesla terjual 484.500 unitbpada masa itu.
Lebih mengkhawaitrkan lagi, China saat ini menguasai rantai suplai baterai kendaraan listrik, yang tentunya akan mempengaruhi situasi geopolitik dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa.
China sampai akhir dekade ini dikabarkan akan membangun 160 lagi pabrik raksasa kendaraan listrik, sementara Eropa baru berencana menambah sekitar 36 pabrik saja, menurut Benchmark Mineral Intelligence. Ini berarti, kendaraan listrik buatan China harganya berpotensi akan lebih murah dibandingkan sebelumnya karena semakin banyak baterai yang diperlukan diproduksi di dalam negeri.
Uni Eropa sudah meluncurkan Automotive Cells Company (ACC) guna membantu menghadapi dominasi China sekaligus mencukupi kebutuhan baterai kendaraan listrik Eropa.
Perusahaan rintisan asal Swedia Northvolt, dan konglomerat asal India Tata Group juga sudah mengumumkan akan mendirikan pabrik kendaraan listrik.*