Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jejak Radioaktif Terdeteksi Pada Tubuh Sejumlah Pembelot Asal Korea Utara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Maret 2024 10:48 10:48 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Maret 2024 10:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sejumlah pembelot yang datang dari area sekitar lokasi uji coba nuklir Punggye-ri di Korea Utara, menunjukkan adanya jejak redioaktif pada tubuh mereka, kata Kementerian Unifikasi Korea Selatan hari Kamis (29/2/2024).

Kementerian yang bertugas menangani urusan antar-Korea itu mengumumkan hal tersebut setelah dilakukan tes selama enam bulan atas 80 pembelot yang dulunya tinggal di wilayah Kilju dan sekitarnya yang melarikan diri ke Korea Selatan setelah Korea Utara melakukan uji coba nuklir perdana pada 2006.

Korea Utara melakukan semua enam uji coba nuklirnya di Punggye-ri, yang berada di wilayah Kilju.

Analisis terhadap kromosom orang-orang tersebut, yang merekam akumulasi paparan radioaktif pada tubuh manusia, menunjukkan bahwa 17 orang yang diperiksa – lima di antaranya berasal dari Kilju – memiliki paparan radioaktif lebih tinggi dibandingkan batas minimum 0,25 Gray (Gy), menurut Korea Institute of Radiological and Medical Sciences dalam laporannya yang disusun atas amanat dari Korea Hana Foundation, organisasi terafiliasi dengan kementerian itu yang memberikan dukungan kepada para pembelot dari Utara.

Akan tetapi, laporan itu juga mencatat bahwa dua dari 17 orang yang diperiksa kemungkinan terpapar radioaktif justru setelah memasuki wilayah Korea Selatan, mengutip tes sebelumnya pada 2016.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Hasil pemeriksaan terhadap lima orang terperiksa lainnya tidak signifikan secara statistik.

Seorang pejabat dari organisasi itu menegaskan bahwa uji coba nuklir bisa jadi penyebab paparan radioaktif pada tes tersebut, tetapi hasil tes dapat pula dipengaruhi oleh faktor usia, kebiasaan minum dan paparan radiasi medis atau zat beracun seperti pestisida.

Pemerintah Seoul melakukan tes serupa terhadap 40 pembelot Korea Utara pada 2017 dan 2018. Sementara pemeriksaan medis menunjukkan adanya paparan radioaktif, hasil tes tidak dapat mengkonfirmasi bahwa paparan itu berasal dari uji coba nuklir di Korea Utara.

Total, 796 orang Korea Utara yang dulu bertempat tinggal di dekat Punggye-ri membelot ke Selatan sejak pemerintah Pyongyang melakukan uji coba nuklir pertamanya pada 2006, lapor kantor berita Yonhap.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Korea SelatanKorea Utarapembelot
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya obesitas Lebih dari 1 Miliar Orang di Dunia Obesitas
Tulisan selanjutnya Polda Jatim Tangkap Samsudin Buntut Video Bolehkan Tukar Pasangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?