Hidayatullah.com—Psikolog Universitas Gajah Mada (UGM), Dr Bagus Riyono, mengkritik laporan World Happiness Report 2024 terkait negara-negara paling bahagia sedunia, yang menempatkan Indonesia urutan ke-80.
“Laporan tersebut hanya mengukur kebahagiaan penduduk sebuah negara berdasarkan ukuran ekonomi saja,” ucapnya.
Menurut Bagus, secara psikologis ada unsur penting yang membuat bahagia yaitu relationship atau hubungan antarmanusia.
Ini berlaku secara universal termasuk di Indonesia, yang memang memiliki kelebihan tersendiri terkait hal ini.
“Meski tidak punya uang, orang Indonesia akan bahagia jika memiliki hubungan silaturahmi yang guyub dan baik,” ujarnya. Baik itu hubungan di antara personal, keluarga, komunitas, maupun masyarakat secara luas.
Menurut Bagus, hubungan antarmanusia sebagai salah satu unsut kebahagian diperkuat oleh penelitian Harvard University.
“Karena itu saya lebih percaya hasil penelitian Harvard daripada World Happiness yang biasanya memiliki kepentingan terselubung,” ujarnya dikutip laman RRI.
Sebelumnya, World Happiness Report 2024 menempatkan Indonesia pada urutan ke-80 negara paling bahagia di dunia. Sedangkan di Asia Tenggara, Indonesia menempati urutan keenam dengan skor kebahagiaan 5.568 poin.
Capaian ini mengungguli negara-negara seperti Laos, Myanmar, dan Kamboja. Sedangkan negara yang dilaporkan paling berbahagia di Asia Tenggara adalah Singapura dengan skor 6.523 poin.
Menyusul kemudian Filipina (6.048), Vietnam (6.043), Thailand (5.976), dan Malaysia (5.975) yang berposisi di atas Indonesia. Pemeringkatan ini mengacu pada survei global di 143 negara selama periode 2021 hingga 2023.
Pengukuran skor didasarkan pada berbagai faktor seperti PDB per kapita, dukungan sosial, dan harapan hidup sehat. Kemudian kebebasan memiliki pilihan hidup, kedermawanan, dan persepsi korupsi.*