Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Inilah Penyakit Kaum Terdahulu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 April 2024 13:08 1:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 April 2024 13:35
Bagikan
Bagikan

Umat Islam terjangkiti penyakit kaum terdahulu; kufur nikmat, menumpuk harta, saling membenci dan iri hati sehingga ia melampaui batas

Hidayatullah.com | Dunia umat Islam saat ini terus menerus dilanda krisis demi krisis baik dari aspek politik, ekonomi, pendidikan, sosial masyarakat yang sangat kritis dan akut.

Umat Nabi Muhammad ﷺ merupakan umat terbaik dibanding umat sebelumnya. Generasi terbaik umat ini adalah para sahabat ridwanullah ‘alaihim ‘ajma’in,  yang senantiasa dibimbing wahyu.

Namun seiring berjalannya waktu, generasi yang muncul setelah mereka tidaklah lebih baik dari pendahulunya. Setelah dua generasi setelahnya, umat Islam mulai dihinggapi penyakit dan wabah yang pernah dilakukan umat sebelumnya.

Penyakit utama adalah kecintaan kepada dunia dan takut mati. Rasulullah ﷺ menyebutkan ada 7 penyakit yang akan menimpa umat ini.  

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: «سَيُصِيبُ أُمَّتِي دَاءُ الأُمَمِ» فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللّهِ، وَمَا دَاءُ الأُمَمِ؟ قَالَ: «الأَشَرُ وَالبَطَرُ، وَالتَّكَاثُرُ وَالتَّنَاجُشُ فِي الدُّنْيَا، وَالتَّبَاغُضُ وَالتَّحَاسُدُ، حَتَّى يَكُونَ البَغْيُ» رواه الحاكم (4/168 رقم 7311).

“Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu ia berkata: aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Umatku akan terjangkiti penyakit umat-umat terdahulu” maka mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apa saja penyakit umat-umat terdahulu itu? Rasulullah bersabda: “Kufur nikmat, berlebihan saat mendapat nikmat, menumpuk harta dan berlebih-lebihan dalam masalah dunia, saling membenci, saling iri hati sehingga ia menjadi orang yang melampuai batas.” (HR. Al-Hakim 4/168 no. 7311).

Inilah salah satu kelebihan dan keistimewaan yang Allah anugerahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ yang dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di kemudian hari kepada umatnya.

Ketika manusia menolak sistem kehidupan yang ditentukan dalam Islam, kemudian mengambil dan memilih jalan hidup yang diciptakan manusia, maka inilah akibatnya.

Dunia umat Islam saat ini terus menerus dilanda krisis demi krisis baik dari aspek politik, ekonomi, pendidikan, sosial masyarakat yang sangat kritis dan akut.

Umat ​​Islam diserang dari segala sisi. Dengan kata lain, penyakit yang terjadi di kalangan umat Islam saat ini diibaratkan sebagai jenis penyakit kanker yang tidak dapat diobati oleh dokter ahli.

Segala penyakit kronis yang menimpa umat islam saat ini hanya bisa disembuhkan dengan satu cara pengobatan, ternyata dapat memberikan kepastian sebagai obat mujarab terhadap penyakit-penyakit tersebut, yaitu sebuah solusi mau tidak mau harus kembali ke Islam sebagai jalan hidup yang sempurna dan komprehensif.

Umat ​​Islam saat ini tidak punya pilihan lain selain kembali memeluk Islam sebagai jalan hidup yang syamil dan kamil. Sebab, umat Islam yang ada saat ini hanya mempunyai nama Islam saja.

Sebagian yang masuk Islam hanya dengan membasahi bibir dan mengucapkan dua kalimat syahadat, berdzikir, beribadah di sajadah di masjid, berpuasa di bulan Ramadhan dan berangkat menunaikan ibadah haji saja.

Bagi mereka, memahami Islam cukup dengan menjalankan ibadah-ibadah tersebut saja. Dalam kamus pemikiran mereka tidak ada istilah beribadah kepada Tuhan setelah keluar dari masjid, setelah lewat bulan Ramadhan, dan setelah kembali dari menunaikan ibadah haji.

Sayangnya pemahaman mereka terhadap pedoman hidup Islam yang dianjurkan Nabi Muhammad ﷺ  begitu sempit sehingga sudah direkomendasikan kepada kita sejak lama.

Hal ini disebabkan karena sikap kerendahan hati, rasa syukur kepada Tuhan yang semakin terkikis dalam diri manusia. Tak kalah pentingnya adalah sifat ego manusia saat ini untuk mengatasi segalanya.

Ini adalah akibat dari penolakan terhadap ketetapan Tuhan dan rasa bangga terhadap sistem buatan manusia. Oleh karena itu, tidak heran jika fenomena yang dikisahkan Rasulullah ﷺ banyak terjadi, seperti orang yang terlalu bersenang-senang, terlalu bermewah-mewah, berlomba-lomba mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, berbuat curang dalam upaya merebut harta dan duniawi, saling mencaci-maki, mengumpat, menghasut sudah menjadi amalan sehingga sikap kejam saling menindas antar saudara Muslim, praktek korupsi, menjararinya.

Hidup Berislam

Tidak ada cara lain selain kembali mengamalkan cara hidup Islam yang dianjurkan oleh Baginda Nabi Muhammad ﷺ dalam setiap aspek kehidupan, yaitu melakukan sesuatu dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah SWT dan kita harus menghubungkan diri kita dengan Allah dimanapun dan kapanpun.  

Bagi kita yang mencintai Nabi Muhammad ﷺ tidak ada alasan mengapa kita tidak bisa mengamalkan apa yang dianjurkan Nabi ﷺ. Di tengah kebangkitan Islam pada abad ke-20, umat Islam terus diuji dengan berbagai upaya dan tindakan yang merendahkan kemurnian Islam.

Kehancuran Umat

Al-Quran telah banyak menceritakan kisah-kisah umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah karena mereka mengingkari utusan-Nya dan melakukan berbagai penyimpangan yang telah dilarang, sekalipun ia telah menjadi bangsa kuat dan maju.

Sesungguhnya siksa di dunia ini tidak akan diturunkan oleh-Nya tanpa ada sebab-sebab yang mengundangnya/menyertainya. Allah tidak menurunkan siksa-Nya secara mendadak dan tanpa sebab, kecuali mayoritas penghuninya berbuat kerusakan.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Kerusakan di darat dan di laut adalah akibat perilaku buruk manusia sendiri. Allah menimpakan adzab kepada manusia akibat dari sebagian keburukan yang mereka lakukan. Dengan adanya adzab itu semoga mereka mau bertaubat kepada Allah.” (QS: Ar Rum [30]: 41).*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlineiri hatikaum terdahulukufurmelampuai batasmenumpuk hartapenyakit kaum terdahuluPilihan Redaksisaling membenciumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BMH Sumut dan Sekolah Mitra Bagikan 50 Paket Sembako untuk Warga Dhuafa di Medan
Tulisan selanjutnya Pria Tertua di Dunia Berusia 111 Tahun Ini Berbagi Rahasia Panjang Umur  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?