Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sejak Kudeta di Myanmar 3 Juta Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Mei 2024 15:33 3:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Mei 2024 15:33
Bagikan
Warga Myanmar menyatakan dukungan kepada Aung San Suu Kyi dalam sebuah aksi di Yangon pada Ahad (24/09/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Jumlah orang yang kehilangan tempat tinggal di Myanmar sudah mencapai angka 3 juta, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sebagian besar lari menyelamatkan diri akibat konflik bersenjata yang dipicu oleh kudeta militer 2021.

Sekitar 2,7 juta orang pergi meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri sejak kudeta 1 Februari 2021 yang melengserkan pemerintahan Aung San Suu Kyi yang terpilih melalui pemilu.

Kudeta itu menyulut bentrokan bersenjata baru antara militer dengan kelompok-kelompok bersenjata etnis yang sudah ada di berbagai daerah dan melahirkan puluhan kelompok baru yang tergabung dalam People’s Defense Forces (PDF) yang sekarang berusaha ditumpas oleh junta tetapi tidak berhasil.

“Myanmar berada di jurang krisis kemanusiaan yang semakin parah pada tahun 2024,” kata koordinator PBB di Myanmar dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Senin (6/5/2024) seperti dilansir AFP.

Menurut pernyataan itu sekitar sepertiga mereka yang kehilangan tempat tinggal adalah anak-anak.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Sekitar setengah dari 3 juta orang tersebut sudah tidak lagi memiliki tempat berteduh sejak tahun lalu, ketika aliansi kelompok bersenjata etnis di negara bagian Shan melakukan serangan terhadap pasukan junta.

Serangan milisi-milisi etnis di Shan itu berhasil menguasai sejumlah daerah cukup luas serta jalur perdagangan ramai yang berbatasan dengan wilayah China.

Kawasan perbatasan wilayah Myanmar merupakan sarang banyak milisi etnis. Tidak sedikit dari mereka yang sudah terbentuk sejak negara itu merdeka dari Inggris pada 1948 dan berperang melawan rezim-rezim militer Myanmar sebelumnya.

PBB mengaku kesulitan untuk memberikan bantuan kemanusiaan, terutama karena kurangnya dana dan ancaman badai siklon yang kerap terjadi pada bulan Mei-Juni.

Tahun lalu, siklon Mocha menghajar bagian barat Myanmar di negara bagian Rakhine, menewaskan sedikitnya 148 orang.

Di negara bagian Rakhine, yang merupakan kampung halaman mayoritas orang Rohingya, saat ini tercatat lebih dari 355.000 orang kehilangan tempat tinggal. Mereka menjadi pengungsi di negerinya sendiri sejak bulan November 2023, ketika kelompok Arakan Army bentrok dengan militer, kata PBB.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:myanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Inggris UNICEF Teken Kerja Sama Atasi Malnutrisi di Somalia
Tulisan selanjutnya Protes Mahasiswa Pro-Palestina Terus Menyebar, Kini di Kampus Belgia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Berita
17 Oktober 2026 21:46
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?