Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Macklemore Batalkan Konser di Dubai sebagai Solidaritas terhadap Rakyat Sudan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 26 Agustus 2024 21:34 9:34 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 26 Agustus 2024 21:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, membatalkan pertunjukannya di Dubai sebagai protes terhadap peran Uni Emirat Arab (UEA) dalam konflik Sudan.

Pada hari Sabtu, rapper yang pada bulan Mei lalu merilis lagu mendukung Palestina “Hind’s Hall,” mengumumkan kabar tersebut dalam sebuah postingan media sosial yang menyebutkan bahwa ia telah memutuskan untuk membatalkan pertunjukannya pada bulan Oktober.

Lagu “Hind’s Hall” dibuat sebagai dukungan terhadap aksi demonstrasi pro-Palestina dengan berkemah di kampus Universitas Columbia. Sebuah bangunan di Universitas Columbia tadinya bernama Hamilton Hall namun diubah namanya oleh para pengunjuk rasa menjadi Hind Rajab, anak berusia enam tahun yang menjadi martir dan dibunuh oleh IOF di Gaza.

“Selama beberapa bulan terakhir, saya telah menerima banyak orang yang menghubungi saya, berbagi sumber daya dan meminta saya untuk membatalkan pertunjukan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Sudan,” kata sang rapper.

Dia menjelaskan bahwa situasi saat ini di Sudan “sangat mendesak, mengerikan dan sebagian besar tidak diperhatikan secara global,” dan menambahkan bahwa sampai “UEA berhenti mempersenjatai dan mendanai RSF, saya tidak akan tampil di sana.”

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Media Barat: UEA secara militer terlibat dalam Perang Sudan

Bulan lalu, dokumen-dokumen yang bocor yang dilihat oleh The Guardian menunjukkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) secara diam-diam terlibat dalam perang Sudan.

Sebuah laporan setebal 41 halaman yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB dan dilihat oleh media ini memuat gambar-gambar paspor warga Emirat yang diduga terkait dengan tentara Pasukan Pendukung Cepat (Rapid Support Forces/RSF).

UEA sebelumnya telah membantah memasok senjata kepada RSF, yang mengepung El Fasher dalam kampanye pembersihan etnis di Darfur. Namun, dokumen-dokumen tersebut menyiratkan bahwa personel Emirat membantu dalam konflik tersebut, yang berpotensi meningkatkan perang saudara yang telah berlangsung selama 15 bulan antara RSF dan militer Sudan.

Paspor-paspor tersebut dilaporkan ditemukan di Omdurman, sebuah kota di dekat Khartoum yang baru-baru ini direbut kembali oleh tentara Sudan dari RSF.

Para analis menggambarkan penemuan ini sebagai “senjata makan tuan” yang menantang penyangkalan UEA dan menimbulkan pertanyaan tentang pengetahuan dan tanggapan AS dan Inggris mengenai keterlibatan negara Teluk tersebut.

Cameron Hudson, mantan penasihat pemerintah AS untuk Sudan, menyatakan bahwa hal ini akan memaksa Washington untuk mengakui dan merespons situasi tersebut. Beberapa ahli percaya bahwa tanpa keterlibatan UEA, konflik yang memicu krisis kemanusiaan yang parah ini mungkin sudah dapat diselesaikan.

Dokumen yang bocor tersebut juga mengindikasikan bahwa UEA telah memasok RSF dengan pesawat tak berawak yang dimodifikasi untuk menjatuhkan bom termobarik, yang lebih dahsyat daripada bahan peledak konvensional.

Foto-foto dari empat paspor milik warga negara UEA dan dua paspor Yaman juga disertakan dalam laporan tersebut. Paspor-paspor tersebut dilaporkan ditemukan dari reruntuhan sebuah kendaraan di Omdurman.

UEA telah lama memiliki kepentingan di wilayah tersebut, terutama di Sudan, yang secara strategis terletak di Afrika Utara dan Tanduk Afrika.

Di bidang militer, RSF telah memainkan peran penting dalam konflik regional, termasuk konflik di Yaman, di mana mereka telah bertempur bersama UEA dan pasukan Saudi melawan milisi dukungan Iran.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Konflik SudanMackelmoreUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Le Minerale dan MUI Jakarta Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Manggarai
Tulisan selanjutnya Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim PM Malaysia Serukan Kebebasan Media dari Pengaruh Barat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?