Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ratusan Bekas Tentara Elit Afghanistan Diperbolehkan Mukim di Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Oktober 2024 19:15 7:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Oktober 2024 19:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Diperkirakan 500 bekas prajurit elit Afghanistan yang pernah bertempur bersama Inggris memenuhi syarat untuk datang dan bermukim di Inggris setelah sebelumnya permohonan mereka ditolak.

Berdasarkan informasi baru, ditemukan bahwa sekitar seperempat dari 2.000 permohonan yang ditolak diajukan oleh para veteran yang pernah dibayar dan dipekerjakan oleh pemerintah Inggris di Afghanistan. Padahal menurut pemerintahan Inggris sebelumnya, yang dikuasai Konservatif, bukti informasi semacam itu tidak ada.

Menteri Angkatan Bersenjata Inggris Luke Pollard, hari Senin (14/10/2024), mengatakan kepada majelis rendah parlemen Inggris House of Commons bahwa peninjauan ulang menemukan adanya ketidakberesan pada pemerintahan sebelumnya dalam penanganan pemukiman bagi orang-orang Afghanistan yang pernah bekerja untuk Inggris, lansir The Guardian Senin (14/10/2024).

Sebagian warga Afghanistan bersembunyi dari Taliban, yang kembali berkuasa di Afghanistan sejak penarikan pasukan koalisi Barat pimpinan Amerika Serikat pada Agustus 2021. Beberapa ratus orang melarikan diri ke Pakistan, di mana mereka berisiko dideportasi kembali ke Afghanistan. Enam orang dikabarkan dibunuh karena pernah bekerja sama dengan Inggris.

Mereka itu termasuk anggota pasukan elit Afghanistan 333 dan 444, yang dikenal sebagai Triples, yang bertempur bersama dan bekerja sama dengan pasukan Inggris, termasuk pasukan elit SAS, selama lebih dari satu dekade operasi militer Inggris di Afghanistan.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras serangan Israel
Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT
87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza

SAS mempunyai hak veto terhadap keputusan apakah veteran Afghanistan dapat datang ke Inggris, tetapi sumber-sumber pertahanan mengindikasikan bahwa hal ini bukanlah alasan pembatalan kasus-kasus tersebut – melainkan, penemuan catatan keuangan baru yang terlambat.

“Para pejabat kini telah mengkonfirmasi bahwa ada bukti pembayaran dari pemerintah Inggris kepada anggota unit spesialis Afghanistan, termasuk ‘CF triple three’ dan ‘ATF triple four’, dan bagi beberapa individu, yang mana hal ini menunjukkan adanya hubungan kerja langsung,” kata Pollard.

Pada bulan Februari, menteri angkatan bersenjata saat itu, James Heappey dari Partai Konservatif, mengatakan “kami tidak memiliki catatan pekerjaan atau pembayaran yang komprehensif” untuk anggota pasukan khusus Afghanistan. Dia mengatakan mereka telah melapor langsung kepada pemerintahan Afghanistan sebelumnya.

Muncul dugaan mengapa pemerintahan Inggris sebelumnya mengatakan tidak ada bukti perihal pembayaran tersebut, yaitu karena adanya penyelidikan publik perihal tuduhan bahwa SAS melakukan 80 pembunuhan di luar hukum di Provinsi Helmand antara tahun 2010 dan 2013. Secara teori, para veteran Afghanistan mungkin dapat memberikan bukti yang merugikan bagi SAS, oleh karenanya kehadiran mereka di Inggris tidak diinginkan.

Meskipun demikian, Pollard tidak menyalahkan pemerintahan Inggris sebelumnya, tetapi dia menuding ketidaklancaran arus informasi di antara departemen pemerintah.

Sejak penarikan pasukan asing dari Afghanistan pada 2021 dan peralihan kekuasaan ke Taliban, sebanyak 12.874 warga Afghanistan sudah diberikan izin tinggal tanpa batas waktu di Inggris – termasuk sekitar 400 anggota pasukan elit Afghanistan CF 333 dan ATF 444.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakistan beri beasiswa untuk mahasiswa Palestina Pakistan Sambut Kedatangan 27 Mahasiswa Palestina Penerima Beasiswa
Tulisan selanjutnya India Usir Diplomat Kanada Gegera Tuduhan Pembunuhan Tokoh Sikh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

pemberontak houthi
Berita

‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi

Berita
16 September 2026 16:00
Maroko dan Zionis ‘Israel’ Sepakat untuk Buka Kedubes di Masing-Masing Negara
Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan

Terbaru

  • Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
  • Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT
  • 87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
  • Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
  • Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
  • Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’
  • Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina
  • Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah
  • Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI
  • Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’

17 September 2026 16:35
Berita

Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina

17 September 2026 16:30
Berita

Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI

17 September 2026 16:00
Berita

Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah

17 September 2026 16:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?