Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Saudi dan Qatar Bayar Utang Suriah $15 juta pada Bank Dunia

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 April 2025 23:17 11:17 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 April 2025 23:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Arab Saudi dan Qatar mengumumkan dalam pernyataan bersama bahwa mereka telah menyelesaikan tunggakan Suriah kepada Kelompok Bank Dunia, yang jumlahnya sekitar $15 juta, atau sekitar Rp252,9 miliar (kurs Rp16.861) sebagai bagian dari dukungan untuk pemulihan ekonomi Suriah.

Hal itu disampaikan dalam pernyataan bersama kementerian keuangan kedua negara, menurut laporan Kantor Berita Resmi Saudi (SPA) pada hari Ahad (27/4/2025).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya kedua negara Teluk tersebut untuk membantu membalikkan keadaan ekonomi Suriah yang telah lama dilanda perang.

“Kementerian keuangan di kerajaan Arab Saudi dan negara bagian Qatar bersama-sama mengumumkan komitmen mereka untuk melunasi tunggakan Suriah kepada Grup Bank Dunia, dengan total sekitar USD 15 juta,” tulis pernyataan resmi Pemerintah Arab Saudi, seperti dinukil Al Jazeera, Senin, 28 April 2025.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa pembayaran kembali tersebut dilakukan “sebagai kelanjutan dari upaya Arab Saudi dan Negara Qatar untuk mendukung dan mempercepat pemulihan ekonomi Republik Arab Suriah, dan mengingat apa yang dibahas selama pertemuan meja bundar tentang Suriah di sela-sela pertemuan musim semi Kelompok Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional.”

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Pembayaran kembali ini akan memungkinkan Bank Dunia untuk melanjutkan dukungannya kepada Suriah setelah jeda lebih dari 14 tahun.

Hal ini juga akan memungkinkan Suriah untuk mengakses pendanaan baru guna mendukung sektor-sektor yang mendesak, selain dukungan teknis yang akan berkontribusi dalam membangun kembali lembaga-lembaga, membangun kapasitas, dan mereformasi kebijakan untuk mendorong pembangunan.

Diketahui, Arab Saudi dan Qatar telah memainkan peran penting dalam upaya diplomatik terhadap pemerintah sementara Suriah yang baru, setelah penggulingan Presiden Bashar al-Assad pada bulan Desember.

Bank Dunia sendiri telah menangguhkan operasinya di Suriah setelah dimulainya perang, yang dipicu oleh tindakan keras terhadap protes pro-demokrasi selama Musim Semi Arab pada 2011.

Penyelesaian tunggakan ini akan memungkinkan Suriah untuk melanjutkan akses terhadap dukungan keuangan dan saran teknis dari Bank Dunia.

“Komitmen ini akan membuka jalan bagi Kelompok Bank Dunia untuk melanjutkan dukungan dan operasi di Suriah setelah penangguhan selama lebih dari 14 tahun,” kata pernyataan tersebut.

“Ini juga akan membuka akses Suriah ke dukungan finansial dalam waktu dekat untuk pengembangan sektor-sektor penting.” tambahnya.

Hari Kamis, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva mengatakan tujuan mereka adalah untuk membantu Suriah membangun kembali lembaga-lembaganya dan dengan demikian terintegrasi ke dalam ekonomi global.

Georgieva menyatakan pada konferensi pers yang diadakan selama pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia bahwa mereka mengadakan pertemuan dengan Suriah, yang dihadiri oleh gubernur bank sentral Suriah dan menteri keuangan, “untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun.”

Pihak berwenang Suriah mencari dukungan internasional dan regional untuk membantu mereka mengatasi dampak buruk pemerintahan terguling Presiden Bashar al-Assad selama 24 tahun (2000-2024).

Sejak penggulingan rezim Bashar al-Assad, pemerintah Suriah telah menuntut pencabutan sanksi terhadap Damaskus. Karena hal itu “mencegah kebangkitan negara.”

Sebagai hasil dari upaya ini, Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagian melonggarkan sanksi mereka terhadap beberapa sektor di Suriah, di tengah harapan pencabutan sanksi ini secara menyeluruh untuk mencapai pembangunan di negara tersebut.

Pada tanggal 8 Desember 2024, faksi-faksi Suriah menyelesaikan kendali mereka atas negara itu, mengakhiri 61 tahun kekuasaan Partai Baath dan 53 tahun kekuasaan keluarga Assad.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudibank duniaQatarsuriahutang Suriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Idlib Menulis Sejarah: Perayaan 1.493 Hafidz Quran, Lembar Baru Usai Era Kegelapan
Tulisan selanjutnya Awal Kehancuran Dimulai di Usia 30: Studi Ungkap Dampak Merokok dan Minum Alkohol 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

31 Agustus 2026 17:47
Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

31 Agustus 2026 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?