Hidayatullah.com – Arab Saudi mengumumkan proyek rekonstruksi baru dan pembersihan reruntuhan di ibukota Suriah, Damaskus. Hal ini menunjukkan hubungan yang semakin kuat antara kerajaan dengan pemerintah baru di Suriah.
Pusat Bantuan dan Aksi Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) mengatakan pada Ahad pihaknya akan memberikan paket bantuan yang nantinya dapat membantu pembersihan reruntuhan diperkirakan mencapai 75.000 meter kubik di daerah ibu kota dan sekitarnya.
Melansir Al Jazeera pada Senin (08/09/2025), kepala KSRelief, Abdullah Al Rabeeah mengatakan dalam sebuah acara di Damaskus bahwa badan amal tersebut “merasa terhormat untuk meresmikan sejumlah proyek kemanusiaan bagi rakyat Suriah”, termasuk yang berfokus pada kesehatan, ketahanan pangan, dan pendidikan.
Selain pembersihan puing, bantuan tersebut juga mencakup pembangunan kembali 34 sekolah di Aleppo, Idlib dan Homs. Serta pembangunan puluhan pabrik roti dan perbaikan infrastruktur pembuangan limbah di Damaskus.
Menteri Penanggulangan Bencana Suriah, Raed al-Saleh, mengungkapkan kesepakatan ini akan semakin menegaskan kekuatan hubungan kemanusiaan dan persaudaraan antara kedua negara.
Sejumlah negara Teluk termasuk Arab Saudi dan Qatar telah memberikan dukungan ekonomi kepada Suriah sejak runtuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024. Pada akhir Juli, Saudi menjanjikan investasi dan kesepakatan kemitraan senilai 6,4 miliar dolar AS dengan Suriah.
Bagian selatan dan timur Damaskus mengalami kerusakan parah selama pertempuran, dengan seluruh permukiman hancur menjadi puing-puing. Pemerintah baru di Damaskus telah berupaya mendapatkan investasi internasional untuk menggerakkan perekonomian negara tersebut.
KSRelief, di situs resminya, menegaskan pihaknya telah atau sedang mengoperasikan 422 proyek di seluruh Suriah senilai lebih dari 500 juta dolar AS. Mayoritas proyek tersebut berada di bidang kesehatan dan ketahanan pangan.
Arab Saudi telah menjadi pendukung utama pemerintahan baru di Damaskus, yang dipimpin oleh Presiden transisi Ahmad al-Sharaa, seorang anggota kelompok oposisi kelahiran Riyadh, dan mengunjungi negara itu untuk kunjungan internasional pertamanya.
Pada bulan Mei, Arab Saudi membantu menengahi pertemuan antara al-Sharaa dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang kemudian mendorong pencabutan semua sanksi terhadap Suriah.
Pada bulan Juli, Arab Saudi mengumumkan akan berinvestasi sebesar 2,9 miliar dolar di negara itu, dan berjanji untuk menanggung utang Suriah kepada Bank Dunia bersama dengan Qatar.*




