Hidayatullah.com – Iran mensyaratkan berakhirnya genosida ‘Israel’ di Gaza sebagai salah satu dari syarat pembukaan kembali Selat Hormuz, kata seorang pejabat tinggi Iran pada Selasa (11/08/2026)
Mohsen Rezaei, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan selat tersebut tidak akan dibuka kecuali Amerika Serikat mengubah perilakunya dan menerima syarat-syarat Iran.
Diantara syarat tersebut, imbuhnya, AS harus mengakhiri perang di seluruh kawasan, termasuk di Gaza dan Libanon.
Menurut Rezaei, AS adalah sumber goyahnya situasi di Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Teluk Oman. Iran bersikeras akan tetap menutup jalur laut tersebut sampai Washington mengubah sikapnya.
Ia menambahkan bahwa setiap kesepakatan yang dicapai antara Iran dan Oman mengenai jalur melalui selat tersebut akan diperlakukan secara terpisah dari kesepakatan dengan AS.
Menurut Quds News Network, ini menandakan bahwa Teheran bermaksud untuk tetap menjadikan perang di Gaza sebagai pusat dari setiap penyelesaian regional, menggunakan pengaruhnya atas jalur energi global untuk menekan Amerika Serikat agar mengendalikan Israel dan mengakhiri serangannya tidak hanya di Gaza tetapi juga di seluruh wilayah, termasuk di Lebanon.*




