Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2026 14:57 2:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Agustus 2026 14:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Bentrokan terjadi di kota Karbala, Iraq, saat perayaan Arbain hari Senin 3 Agustus antara pendukung rezim Iran dan pengikut tokoh ajaran Syiah ternama Sadiq al-Shirazi.

Dilansir Al Arabiya Kamis (6/8/2026), berbagai laporan media menyebutkan aksi kekerasan itu mengakibatkan 54 orang terluka dan sekitar 140 orang lainnya ditangkap, meskipun angka-angka tersebut belum diverifikasi secara independen.

Rekamaman video yang ditayangkan kanal televisi Iraq Shaaer, yang berafiliasi dengan kantor Sadiq al-Shirazi, menunjukkan sekelompok orang berkerumun di luar kantornya di Karbala sambil membawa potret Ayatullah Ali Khamenei dan penggantinya Mojtaba Khamenei. Para pengunjuk rasa itu mengibarkan spanduk bertuliskan slogan-slogan keagamaan dan politik, serta meneriakkan protes terhadap al-Shirazi, yang dikenal sebagai pengkritik sistem Wilayat al-Faqih yang dipegang rezim Iran.

Shaaer mengatakan teriakan-teriakan kelompok pro- Teheran itu menyulut pertengkaran dengan pengikut al-Shirazi. Polisi Iraq awalnya turun tangan untuk memisahkan kedua kubu, tetapi kerusuhan kemudian menyebar ke daerah lain di kota tersebut, sehingga memaksa aparat keamanan untuk menggunakan kekuatannya guna menertibkan keadaan.

Berbagai kabar yang beredar di media sosial – yang belum dipastikan kebenarannya – juga mengklaim bahwa Hossein Sotoudeh, yang dikenal dekat dengan institusi-institusi keagamaan yang disokong negara Iran, ambil bagian dalam kerumunan itu dan berusaha mengubah acara keagamaan itu menjadi demonstrasi politik.

Baca Juga

Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji
Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram
Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah

Dilahirkan di Karbala pada tahun 1941, Sadiq al-Shirazi merupakan salah satu tokoh Syiah maraji yang ternama. Dia berasal dari klan keluarga ulama Syiah yang disegani, al-Shirazi, yang akarnya bisa ditelusuri hingga ke kota Shiraz di selatan Iran. Keluarga itu dikenal memiliki madrasah-madrasah Syiah terkemuka baik di Iraq maupun di Iran.

Sadiq al-Shirazi berpindah tempat tinggal ke kota Qom, Iran, setelah presiden Iraq kala itu Saddam Hussein meningkatkan tekanan terhadap warga Iran yang tinggal di Iraq.

Sejak itu al-Shirazi membangun jaringan keagamaan dan media yang signifikan melalui berbagai institusi dan saluran televisi satelit yang berafiliasi dengan gerakannya.

Berbeda dengan rezim Iran, al-Shirazi menolak doktrin absolut Wilayat al-Faqih, yang memberikan wewenang politik sangat luas kepada pemimpin tertinggi Iran.

Sementara sistem politik Teheran dibangun di atas prinsip bahwa seorang ulama senior Syiah harus memegang kekuasaan politik tertinggi, al-Shirazi berpendapat bahwa otoritas keagamaan tidak serta merta memberikan kekuasaan politik tertinggi kepada seorang ulama senior.

Dia juga menganjurkan agar otoritas keagamaan dan madrasah Syiah tetap independen dari negara.

Dia juga mengkritik kebijakan suksesi kepemimpinan Iran, khususnya mendiang pemimpin tertinggi Ali Khamenei, serta kebijakan-kebijakan regional Iran.

Beberapa pandangan keagamaan dan sosialnya juga terbukti kontroversial, termasuk dukungannya terhadap tatbir – ritual pencambukan diri selama upacara berkabung Syiah – yang ditentang oleh banyak ulama dan intelektual Syiah.

Media dan berbagai institusi yang dekat dengan rezim Iran kerap menyebut gerakan al-Shirazi sebagai “Syiah Inggris,” menuduh gerakan tersebut menerima dukungan asing atau melayani agenda yang memusuhi Iran.

Para pengikut al-Shirazi tentu menolak sebutan itu, mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari kampanye agama dan politik melawan mereka. Mereka berpendapat bahwa perselisihan mereka dengan Teheran berakar pada perbedaan yurisprudensi dan politik mengenai konsentrasi otoritas keagamaan dan politik pada satu lembaga tunggal, bukan pada perbedaan pendapat mengenai dasar-dasar ajaran Syiah.

Sejumlah pengamat mengatakan bentrokan di Karbala menggarisbawahi bagaimana perseteruan panjang antara gerakan al-Shirazi dan rezim Iran sudah meluas ke luar Iran ke lingkungan Syiah Iraq, di mana faksi-faksi yang bersaing memperebutkan pengaruh selama acara-acara besar keagamaan, terutama ziarah tahunan Arbain, yang menarik kedatangan jutaan pengikut Syiah dari Iraq dan seluruh belahan dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sepekan Tiga Kapal Tanker Uni Emirat Dihatam Misil dan Drone di Selat Hormuz

Berita
8 Agustus 2026 11:48
Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini
Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
Masjid Perlu Dikondisikan sebagai Tempat Berkumpul Anak Muda

Terbaru

  • Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi
  • Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji
  • Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
  • Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
  • MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram
  • Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah
  • Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan
  • Otoritas Amerika Selidiki Insiden Helikopter Marine One Trump Nyaris Tabrakan dengan Pesawat Sipil
  • Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’
  • Ajak Bersatu Dukung Palestina, Indonesia: ‘Israel’ Selalu Manfaatkan Perpecahan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan

9 Agustus 2026 04:26
Berita

Otoritas Amerika Selidiki Insiden Helikopter Marine One Trump Nyaris Tabrakan dengan Pesawat Sipil

8 Agustus 2026 21:26
Berita

Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’

8 Agustus 2026 16:00
Berita

Ajak Bersatu Dukung Palestina, Indonesia: ‘Israel’ Selalu Manfaatkan Perpecahan

8 Agustus 2026 14:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?