Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Eep Sebut Jokowisme adalah Warisan Otoritarian yang Berbahaya

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2025 09:59 9:59 am
Ahmad
Dipublikasikan 17 Oktober 2025 09:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengamat politik Eep Saefullah Fatah memperingatkan bahaya yang muncul dari fenomena “Jokowisme”, sebuah istilah yang mulai dilekatkan pada gaya politik Presiden Joko Widodo dan kini disebut-sebut diadopsi oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut Eep, Jokowisme bukanlah ideologi yang membangun, melainkan paham kekuasaan yang menormalisasi penyimpangan etika dan demokrasi.

“Kalau kita mau bikin riset tentang Jokowi, judulnya adalah memahami Jokowi dan Jokowisme. Tujuan penelitiannya: untuk melawan Jokowi dan terutama Jokowisme,” kata Eep dalam Podcast Madilog Forum Keadilan yang digelar pada Kamis malam (16/10/2025).

“Yang lebih berbahaya adalah Jokowisme — paham yang ditinggalkan oleh Jokowi, di mana orang belajar, meniru, dan menggandakan praktik kekuasaan seperti yang ia lakukan,” ujarnya.

Eep mengkritik keras PSI yang pernah mengaku menjadikan Jokowisme sebagai ideologi partai.

Baca Juga

Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral
Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus

“PSI sudah menyebut ideologinya Jokowisme. Saya tidak tahu apakah mereka sadar makna ‘isme’ itu,” ujarnya.

“Kalau Jokowisme lahir dari kedekatan ketua umum PSI dengan Jokowi, maka rumusannya bisa sangat bermasalah. Misalnya: sayang anak apa pun harganya — itu kan Jokowisme juga, dan berbahaya sekali.”

Meski menegaskan tidak memiliki kepentingan untuk menyerang PSI, Eep menyebut bahwa semua elemen politik yang menjadi perpanjangan tangan Jokowisme harus dilawan.

“Saya tidak punya agenda menyerang PSI. Tapi apa pun elemen di sekitar Jokowi yang menyebarkan Jokowisme, itu harus jadi agenda perlawanan warga negara,” tegasnya.

Ia pun mengaku tengah menyiapkan buku berjudul “Melawan Jokowi”, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik terhadap kondisi demokrasi saat ini.

“Buku itu bukan untuk menyerang pribadi Jokowi, tapi dokumentasi kebebasan berbicara dan perlawanan politik,” jelasnya.

“Melawan itu belum tentu menang, tapi berhenti melawan berarti menyerah pada penyimpangan.”

Eep menutup dengan peringatan agar publik tidak memandang enteng Jokowisme sebagai fenomena politik.

“Yang harus dilawan bukan lagi Jokowi sebagai pribadi, karena ia sudah tidak berkuasa. Yang dilawan adalah Jokowisme — cara berpikir, cara berkuasa, dan cara membenarkan segala cara,” tandasnya.

Menurut Eep, Jokowisme bukan sekadar fenomena politik individu, tetapi ideologi kekuasaan yang mereplikasi praktik otoritarian di tengah sistem demokrasi.

“Paham ini memproduksi loyalitas tanpa kritik dan membungkusnya dalam bahasa demokrasi. Itu yang membuatnya berbahaya,” jelasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Eep Saefullah FatahJokowiJokowismePartai Solidaritas IndonesiaPresiden Joko WidodoPSI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Eep Saefullah Fatah: Inkonsistensi Jokowi Cerminkan Krisis Demokrasi
Tulisan selanjutnya Pemerintah Tegaskan Produk Non-halal Masih Boleh Dijual Asal….

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

30 Tahun Menyalahgunakan Kekuasaan Pejabat China Diganjar Hukuman Mati

Berita
7 Juli 2026 18:00
Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim
RUU LGBT Berpeluang Dibahas DPR, Marwan: Mereka Harus Disembuhkan
Amerika dan Perang Salib Baru?

Terbaru

  • Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral
  • Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
  • ‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
  • PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
  • Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
  • Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus
  • Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
  • Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump
  • Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026
  • Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional

8 Juli 2026 05:54
Berita

Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump

8 Juli 2026 05:00
Berita

Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026

7 Juli 2026 21:51
Berita

Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki

7 Juli 2026 19:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?