Hidayatullah.com— Pastor Katolik terkemuka Palestina, Manuel Musallam, menegaskan bahwa segala inisiatif internasional yang bertujuan untuk melucuti senjata atau melemahkan perlawanan Palestina di Jalur Gaza “pasti akan gagal.”
Musallam, yang juga merupakan anggota Komite Islam-Kristen untuk Dukungan Yerusalem dan Situs Suci, menekankan bahwa senjata perlawanan tidak akan pernah bisa direbut oleh siapa pun, termasuk Amerika Serikat atau negara-negara lain.
Dalam keterangan persnya yang dirilis baru-baru ini, Pastor Musallam menyatakan bahwa upaya AS untuk memvisualisasikan masa depan Gaza tanpa perlawanan bersenjata adalah sebuah “ilusi yang tak akan pernah terwujud” dan merupakan “upaya gagal untuk melucuti senjata Palestina.”
Ia berpendapat bahwa fokus pengawasan internasional seharusnya ditujukan kepada ‘Israel’, bukan Gaza, dikarenakan “kejahatan perang dan genosida” yang dilakukan terhadap rakyat Palestina.
Musallam secara tegas menuduh Amerika Serikat sebagai “mitra langsung” dalam penderitaan rakyat Palestina akibat dukungan militer dan politiknya yang berkelanjutan terhadap ‘Israel’.
Lebih lanjut, Pastor Musallam menyatakan bahwa rakyat Palestina telah kehilangan kepercayaan terhadap Amerika Serikat, Eropa, dan bahkan beberapa rezim Arab. Ia menekankan bahwa setelah dua tahun perang, ‘Israel’ telah gagal mencapai keamanan melalui kekuatan militer.
Menurutnya, keamanan sejati hanya dapat dicapai melalui pengakuan atas hak-hak rakyat Palestina, dan bukan melalui kekerasan serta pembunuhan.
Musallam percaya bahwa kelanjutan perlawanan bersenjata justru akan semakin mengisolasi ‘Israel’ di panggung internasional, membuka jalan bagi tuntutan hukum internasional, dan pada akhirnya akan mengarah pada kekalahan ‘Israel’.
Konflik yang didukung AS dan negara-negara Barat sejak Oktober 2023 ini telah menyebabkan kehancuran masif di Jalur Gaza. Data menunjukkan lebih dari 69.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 170.000 lainnya terluka, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.
Lebih dari 90 persen bangunan di Gaza dilaporkan hancur total. Laporan menyebutkan bahwa serangan dan penghancuran rumah oleh pasukan ‘Israel’ terus berlangsung bahkan setelah adanya kesepakatan gencatan senjata sementara.*




