Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juli 2026 11:26 11:26 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juli 2026 11:26
Bagikan
Bergerak terjun langsung di sektor riil mengatasi masalah yang juga riil seperti ini menjadi sangat-sangat dibutuhkan ditengah gejolak ekonomi dunia sekarang ini
Bagikan

Hidayatullah.com– Uni Eropa mengeluarkan larangan pembelian, impor, dan transfer emas dari Sudan, dengan alasan perdagangan logam mulia itu menjadi sumber pendanaan utama bagi para pihak yang terlibat dalam perang saudara di negara itu yang meletus pada April 2023.

Konflik antara tentara reguler dan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) menimbulkan salah satu krisis kemanusiaan terparah di dunia, memaksa lebih dari 14 juta orang meninggalkan rumah mereka dan menjadi pengungsi.

Sudan merupakan salah satu produsen emas terbesar di Afrika dan cadangan emasnya yang melimpah menjadi sumber pendapatan penting bagi kedua belah pihak yang berkonflik, menurut kelompok-kelompok peduli hak asasi manusia.

“Emas telah menjadi sumber pendapatan utama yang menopang konflik di Sudan,” kata Dewan Uni Eropa dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa larangan dan pembatasan lainnya dirancang untuk “mengurangi sumber daya” yang tersedia bagi para pelaku kekerasan di negeri itu.

“Langkah-langkah ini dirancang untuk mengekang sumber pendanaan konflik dan memberikan tekanan yang lebih terhadap para pihak yang memicu perang,” imbuhnya.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berdasarkan kebijakan itu, individu dan perusahaan Uni Eropa dilarang melakukan pembelian, impor atau mengangkut emas yang berasal dari Sudan.

Disamping menyetujui larangan pembelian emas dari Sudan, Uni Eropa juga mengeluarkan larangan ekspor ke Sudah bahan kimia merkuri dan sianida, yang banyak dipakai dalam kegiatan penambangan emas, lapor BBC (14/7/2026).

Merkuri dan sianida yang diperlukan untuk tujuan kemanusiaan dan kesehatan masyarakat tidak termasuk dalam larangan ekspor Ini Eropa tersebut.

Menurut para pakar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan analis lainnya, lebih dari setengah – diperkirakan sampai 70 persen – emas Sudan diselundupkan ke luar negeri setiap tahun.

RSF menguasainya sebagian ladang emas di Darfur dan Kordofan – wilayah di bagian barat dan tengah Sudan, sementara tentara reguler pemerintah mengontrol produksi emas di wilayah bagian utara dan timur negara Afrika itu.

Emas Sudan kerap diselundupkan melalui negara tetangga seperti Mesir, Chad, serta Libya, sebelum mencapai Dubai di Uni Emirat Arab, yang dikenal sebagai pusat perdagangan emas di kawasan Timur Tengah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Tulisan selanjutnya Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah, Terpilih untuk Periode 2027–2031

Berita
26 Agustus 2026 10:59
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?