Hidayatullah.com– Para pejabat Hong Kong mengheningkan cipta di awal tiga hari masa berkabung untuk mengenang para korban kebakaran besar yang melanda beberapa gedung apartemen.
Seremoni Sabtu pagi (29/11/2025) itu digelar di luar kantor pemerintah. Kepala pemerintahan kota itu John Lee, bersama para pejabat Hong Kong lain menundukkan kepala selama tiga menit.
Bendera China dan Hong Kong dikibarkan setengah tiang.
Pemerintah juga mengadakan tempat penandatanganan buku belasungkawa untuk umum di beberapa titik di penjuru Hong Kong.
Sedikitnya 128 dinyatakan tewas dalam kebakaran paling mematikan di Hong Kong kurun hampir 80 tahun. Sebanyak 83 orang terluka dan 150 lainnya belum diketahui nasibnya.
Delapan orang sudah ditangkap dengan tuduhan korupsi pelaksanaan renovasi blok apartemen itu yang sedang berlangsung. Tiga orang lainnya ditangkap lebih dulu dengan tuduhan pembunuhan tidak disengaja, lansir BBC.
Otoritas Hong Kong mengatakan api sudah berhasil dipadamkan pada hari Jumat sekitar pukul 10:18 waktu setempat (02:18 GMT), sekitar 44 jam setelah api mulai berkobar.
Komplek perumahan bertingkat Wang Fuk Court menjadi tempat tinggal sekitar 4.600 orang, berdasarkan sensus terakhir. Masing-masing dari delapan tower di sana memiliki 31 lantai dengan layout serupa.
Begitu terpercik, api dengan sangat cepat merambat ke tujuh tower di perumahan bertingkat yang terletak di distrik suburban Tai Po di bagian utara Hong Kong itu.
Lebih dari 2.000 petugas damkar selama dua hari berjuang memadamkan api.
Penyebab kebakaran belum diketahui pasti, tetapi diyakini material mudah terbakar yang ada di gedung yang sedang direnovasi – seperti perancah dari bambu, jaring plastik dan polystyrene yang dipasang di bagian luar jendela – ikut andil dalam mempercepat dan memperbesar kobaran api.*




