Hidayatullah.com– United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) berencana menarik sebagian besar pasukannya pada pertengahan 2027, kata juru bicaranya kepada AFP hari Selasa (10/2/2026), setelah mandat pasukan penjaga perdamaian itu berakhir tahun ini.
UNIFIL bertindak sebagai penyangga antara Israel dan Libanon selama beberapa dekade, dan membantu tentara Libanon dalam membongkar infrastruktur Hizbullah di dekat perbatasan Israel setelah perang baru-baru ini.
Di bawah tekanan dari Amerika Serikat dan Israel, Dewan Keamanan PBB tahun lalu memutuskan untuk mengakhiri mandat pasukan tersebut pada 31 Desember 2026, dengan “penarikan dan pengurangan yang tertib dan aman” dalam jangka waktu satu tahun.
Juru bicara Kandice Ardiel, mengatakan bahwa “UNIFIL berencana untuk mengurangi dan menarik seluruh, atau sebagian besar, personel berseragam pada pertengahan tahun 2027,” dan menyelesaikan penarikan tersebut pada akhir tahun.
Setelah mandat operasi UNIFIL berakhir pada 31 Desember tahun ini, proses pengiriman pulang personel dan perlengkapan UNIFIL akan mulai dilakukan, berikut pengalihan posisi yang mereka tempati ke pihak berwenang Libanon, kata Ardiel.
Selama proses penarikan, personel UNIFIL hanya diberi wewenang untuk melakukan tugas-tugas terbatas seperti melindungi personel PBB dan pangkalan-pangkalan serta mengawal proses pemulangan yang aman.
Ardiel mengatakan UNIFIL sudah mengurangi jumlah personelnya di bagian selatan Libanon hampir 2.000 kurun beberapa bulan terakhir, dan beberapa ratus lainnya bersiap untuk angkat ransel pada bulan Mei.
Personel UNIFIL saat ini berjumlah sekitar 7.500 yang berasal dari 48 negara.Ardiel mengatakan pengurangan personel itu merupakan dampak langsung dari krisis keuangan yang dialami badan-badan PBB.
Setelah UNIFIL keluar, Libanon berharap masih ada pasukan internasional yang berjaga di bagian selatan wilayahnya, meskipun jumlah mereka terbatas, dan Beirut mendesak negara-negara Eropa untuk tidak menarik pasukannya.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot di Beirut mengatakan bulan ini bahwa tentara pemerintah Libanon harus menggantikan posisi pasukan internasional yang ditarik.
Italia mengatakan negaranya bermaksud akan mempertahankan kehadiran pasukannya di Libanon setelah UNIFIL pergi.*




