Hidayatullah.com– Kementerian Dalam Negeri Suriah hari Sabtu (11/4/2026) mengatakan bahwa lima orang yang diduga bagian dari sel Hizbullah telah ditangkap dalam kasus rencana untuk melakukan serangan terhadap seorang tokoh agama di Damaskus.
Dalam sebuah penyataan, Kementerian mengatakan aparat keamanan melihat seorang wanita yang sedang berusaha meletakkan alat peledak di depan rumah seorang tokoh agama yang terletak tidak jauh dari sebuah gereja di daerah Bab Touma di kota Damaskus.
Aparat keamanan berhasil melucuti alat peledak itu, menangkap semua lima anggota sel tersebut, kata pernyataan itu seperti dilansir AFP.
“Penyelidikan awal menunjukkan sel itu berkaitan dengan Hizbullah Libanon, dan bahwa para anggotanya mendapatkan pelatihan militer khusus di luar negeri,” imbuh pernyataan itu.
Hizbullah memainkan peran penting semasa perang saudara di Suriah, ikut bertempur bersama tentara rezim Presiden Bashar al-Assad.
Semasa rezim Assad, Suriah menjadi bagian dari “axis of resistance” bentukan Iran untuk melawan Israel dan memungkinkan pengiriman senjata serta uang dari Iran ke Hizbullah.
Pemerintah baru Suriah menolak pengaruh Iran, Hizbullah, serta para sponsornya.
Pada bulan Februari, Suriah mengatakan sudah membongkar sebuah sel yang melancarkan serangan-serangan di distrik Mazzeh di Damaskus, mengatakan bahwa persenjataan mereka berasal dari Hizbullah – yang membantah keterlibatan mereka di dalamnya.*




