Hidayatullah.com – Israel akan menjadi tuan rumah festival LGBT terbesar di Timur Tengah pada Juni 2026, menurut The Jerusalem Post. Penyelenggara bahkan menyatakan acara tersebut lebih dari sekedar festival dan perayaan.
“Pride Land bukan sekedar festival, ini adalah hal terbesar yang kita lakukan di sini,” kata Aaron Cohen, produser utama dan penyelenggara festival.
Perayaan perilaku menyimpang itu akan digelar selama empat hari berturut-turut mulai tanggal 1 hingga 4 Juni. Penyelenggara mengatakan akan mengubah Gurun Yudea menjadi “kota kebanggaan yang penuh warna.”
Menurut The Jerusalem Post, acara ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar pesta atau pertunjukan, melainkan menargetkan ruang yang hidup 24 jam sehari, dengan 15 hotel, kompleks pantai, pesta, dan arena pertunjukan pusat yang beroperasi sepanjang waktu.
Selain kehidupan malam, Pride Land akan memiliki kompleks budaya dan seni, area relaksasi dan pemandangan, serta area ramah keluarga dengan kegiatan anak-anak, lokakarya ramah keluarga, dan acara yang disesuaikan.
Para penyelenggara berharap untuk menciptakan “Kota Kebanggaan” multigenerasi, bukan hanya pesta yang merayakan kebanggaan. “Ini bukan sekadar festival lain, ini adalah hal terbesar yang pernah kami lakukan di sini,” jelas Aaron Cohen, produser utama dan penggagas festival tersebut.
“Kami memilih untuk berkembang,” tambah Cohen. “Menginvestasikan jutaan dolar, menyewa seluruh hotel untuk 4 hari, dan membangun kota dari nol di tengah gurun. Ini adalah pengalaman yang berlangsung 24/7, dari kunjungan yang tenang hingga malam-malam penuh kebanggaan, dengan suasana musik dan orang-orang yang hidup.”
Ini bukan sekadar acara kebanggaan, imbuh penyelenggara, acara ini juga bertujuan untuk menyoroti wilayah Laut Mati sebagai destinasi permanen bagi wisatawan LGBT, menekankan bahwa Pride di Israel meluas melampaui pusat utama Tel Aviv.*




