Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Akmal Sjafril: Sejarah Tak Pernah Berulang!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 April 2026 20:05 8:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 April 2026 05:00
Bagikan
Bagikan

Orang awam sering mengatakan bahwa sejarah selalu berulang, namun para sejarawan justru mengatakan sebaliknya. Hal itu ditegaskan oleh Akmal Sjafril dalam kajian INSISTS Saturday Forum yang digelar pada Sabtu (18/04) di kantor INSISTS di bilangan Kalibata, Jakarta.

Dalam kajian bertajuk “’Sejarah Selalu Berulang’ dan Beberapa Kesalahan Fatal Lainnya dalam Memahami Sejarah” itu, Akmal menjelaskan bahwa sejarah itu tidak sesederhana yang dipahami oleh kebanyakan orang.

“Pada awalnya, sejarah dianggap sama dengan masa lampau. Mengetahui sejarah artinya mengetahui masa lampau dari sebuah peristiwa. Akan tetapi, merekonstruksi masa lampau secara sempurna adalah suatu pekerjaan yang tidak mungkin dilakukan, karena manusia hanya mengetahui sebagian kecil saja dari masa lampau itu,” ujarnya.

Untuk mengetahui masa lampau, manusia bergantung pada pengamatan manusia dan catatan. “Dari keseluruhan masa lampau, hanya sebagian saja yang teramati oleh manusia. Dari keseluruhan yang teramati, hanya sebagian saja yang tercatat. Dari keseluruhan catatan yang dibuat manusia, sebagiannya sudah hilang. Dari keseluruhan catatan yang sampai kepada kita itu, hanya sebagian saja yang sudah dianalisis oleh para sejarawan dan disampaikan kepada dunia. Nah, yang disampaikan oleh para sejarawan itulah sebenarnya yang saat ini kita sebut-sebut sebagai ‘sejarah’, yang sebenarnya hanya sebagian kecil saja dari masa lampau. Dari kepingan-kepingan masa lampau itu, para sejarawan mencurahkan daya dan upayanya untuk membayangkan masa lampau sebaik mungkin,” ungkap doktor sejarah jebolan Universitas Indonesia (UI) ini.

Karena membayangkan masa lampau itu begitu sulitnya, maka para sejarawan senantiasa tertarik dengan detil dari setiap peristiwa yang ditelitinya. “Salah seorang sejarawan terkemuka Indonesia, Prof. Kuntowijoyo, menyebutkan bahwa sejarah adalah ilmu tentang peristiwa tertentu, satu-satunya dan terperinci,” ujar Akmal lagi.

Baca Juga

123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Ketika meneliti detil dari sebuah peristiwa itulah, menurut Akmal, akan terlihat bahwa setiap peristiwa itu sangat berbeda satu sama lainnya. Perang Dunia pertama dan kedua, meski namanya sama-sama Perang Dunia, namun terjadi karena faktor-faktor yang berbeda, terjadi di antara aktor-aktor yang berbeda, berjalan dengan proses yang berbeda, berakhir karena alasan yang berbeda, dan memberikan dampak yang berbeda pula.

“Perang Dunia pertama dan kedua, meskipun sama-sama menempatkan Jerman sebagai salah satu aktor utamanya, namun keduanya sangat berbeda di mata para sejarawan. Oleh karena itu, ketika sekarang orang ramai membicarakan kemungkinan terjadinya Perang Dunia ketiga, tidak ada yang langsung mengatakan bahwa Jerman akan kembali menjadi penyebabnya. Jerman di masa Kaiser Wilhelm II dan Hitler sangat berbeda dengan Jerman di masa kini,” papar Akmal.

Keyakinan bahwa sejarah selalu berulang itu bukan hanya salah, tetapi juga berbahaya. Menurut Akmal, keyakinan ini membuat umat Muslim cenderung simplistis dalam berpikir dan pasif dalam bertindak. “Kalau semuanya hanya pengulangan, artinya kita tidak perlu pusing-pusing memikirkan kemungkinan-kemungkinan baru. Kita cuma harus menunggu, misalnya dalam kasus pembebasan Palestina,” ungkap pendiri Sekolah Pemikiran Islam (SPI) ini.

Ketika diktator Suriah Basyar Assad digulingkan, banyak orang berharap agar Suriah dapat segera membebaskan Palestina. Harapan itu muncul karena Nuruddin Zanki dan Shalahuddin al-Ayyubi yang memimpin operasi pembebasan Palestina di zaman Perang Salib dahulu berasal dari wilayah yang sekarang disebut Suriah.

“Nuruddin Zanki adalah penguasa Halab atau Aleppo, yang sekarang merupakan wilayah Suriah. Akan tetapi, di zaman Nuruddin, Halab adalah wilayah yang sangat maju. Kota itu penuh dengan ulama dan cendekiawan, sehingga penduduknya unggul dan memiliki segala yang dibutuhkan untuk membebaskan Palestina. Adapun hari ini, Suriah masih berusaha membenahi diri, memulihkan luka-luka akibat dua kepemimpinan diktator dalam separuh abad. Tidak adil jika kita membebankan tanggung jawab pembebasan Palestina kepada mereka,” tandas Akmal.

Sebagaimana sejarawan yang memperlakukan setiap peristiwa sebagai sebuah kasus tersendiri, umat Muslim perlu benar-benar serius mengerahkan segala daya dan upayanya untuk memecahkan problematika zaman sekarang.

“Masa lampau dapat menjadi pelajaran, namun tidak bisa di-copy-paste begitu saja. Kita tetap harus mempertimbangkan segala faktor, karena kondisi zaman kita berbeda dengan zaman-zaman sebelumnya,” pungkas Akmal.*/SPI Media Center

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akmal SjafrilHeadlineinsistsejarah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Suriah Gagalkan Operasi Peluncuran Misil oleh Sel Hizbullah
Tulisan selanjutnya Israel akan Gelar Perayaan LGBT Terbesar di Timur Tengah, Pesta 4 Hari Berturut-Turut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

5 Juni 2026 05:00
Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

4 Juni 2026 14:01
Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?