Hidayatullah.com– Panama hari Selasa (28/4/2026) mengaskan kembali netralitas sikap Terusan Panama dan “perlunya untuk melestarikan” rute-rute transit maritim di tengah blokade Selat Hormuz pada masa perang Timur Tengah saat ini.
Konflik yang sudah berlangsung sebulan itu memblokir Selat Hormuz, jalur air yang sangat kritis bagi seperlima ekspor minyak dan gas dunia dari negara-negara Teluk, sehingga melonjakkan jumlah kapal yang melintasi Terusan Panama.
Menteri Luar Negeri Panama Javier Martinez-Acha menegaskan kembali netralitas kanal itu melalui sambungan telepon kepada sejawatnya di Israel, Gideon Saar, lapor AFP.
Kedua menteri mendiskusikan situasi internasional yang “ditandai oleh ketegangan di Timur Tengah”, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Panama.
Martinez-Acha menekankan pentingnya netralitas Terusan Panama sebagai pilar perdagangan global dan menyoroti “perlunya melestarikan stabilitas di rute-rute transit energi dan maritim yang sangat penting”.
Lalu lintas laut melalui Terusan Panama naik dari sekitar 34 kapal per hari pada bulan Jauari menjadi 50 kapal yang tiba setiap hari sekarang, menurut pihak pengelola kanal tersebut.
Lima persen perdagangan maritim global melintasi Terusan Panma, yang pengguna utamanya adalah Amerika Serikat dan China. Rute itu utamanya menghubungkan pesisir timur Amerika Serikat dengan raksasa ekonomi di kawasan Asia, yaitu China, Korea Selatan dan Jepang.*




