Hidayatullah.com – Zionis ‘Israel’ dilaporkan menggelontorkan puluhan juta dolar untuk mempengaruhi jawaban sistem kecerdasan buatan (AI) terkait perang genosida Gaza, menurut laporan Drop Site News pada Selasa (28/07/2026).
Portal berita investigasi itu menyebut Brad Parscale dan perusahaannya, Clock Tower X, membangun jaringan situs web senilai 46,5 juta dolar AS atau setara Rp840 Miliar bersama dengan pemerintah ‘Israel’ untuk mempromosikan narasi pro-Zionis dan mempengaruhi platform AI termasuk ChatGPT, Claude, Gemini dan Perplexity.
Menurut dokumen yang diperoleh Drop Site, Clock Tower X mempublikasikan ratusan artikel di berbagai website yang membahas perang di Gaza, operasi militer ‘Israel’, dan hubungan AS-Israel.
Meracuni AI
Operasi terselubung ‘Israel’, menurut laporan tersebut, berupaya mempengaruhi respon yang dihasilkan Large Language Model (LLM) dengan membuat materi yang diindeks oleh mesin pencari dan dimasukkan ke dalam sistem AI. Praktik ini biasa juga disebut sebagai “meracuni LLM”.
Website-website itu, meski memiliki sedikit direct traffic, dimaksudkan untuk diindeks oleh search engine dan di-scrape oleh AI training dataset atau dataset pelatihan AI.
Sejumlah website bahkan memiliki kerja sama militer dengan AS-Israel yang lebih erat. Situs seperti Allyvia.org, FactSignal.org and Paxpoint.org termasuk diantaranya. Mereka terang-terangan membela genosida ‘Israel’ di Gaza, menyangkal tuduhan perilaku keji ‘Israel’ dan menyampaikan perspektif pro-Zionis.
Konten Masuk ke Dataset Pelatihan AI
Drop Site juga melaporkan bahwa konten dari jaringan tersebut telah masuk ke dataset pelatihan AI melalui Common Crawl, arsip web yang banyak digunakan untuk melatih model bahasa besar.
Menurut laporan tersebut, 10 situs web yang terkait dengan Clock Tower X telah di-crawl oleh Common Crawl ratusan kali antara Januari dan Juni, berpotensi meningkatkan visibilitasnya dalam respons yang dihasilkan AI.
Herve Letoqueux, kepala eksekutif Check First, sebuah organisasi yang memerangi disinformasi digital, mengatakan Common Crawl banyak digunakan untuk melatih LLM, menjadikannya target bagi aktor yang ingin memengaruhi output AI.
“Common Crawl banyak digunakan di dunia ilmu data untuk melatih LLM, yang juga berarti bahwa aktor ingin memanipulasi jawaban untuk keuntungan mereka, yang menurut beberapa penelitian cukup mudah dilakukan,” katanya.
Mengubah Hasil Pencarian
Setelah meninjau situs web Clock Tower, Letoqueux mengatakan nada moderat dan ketergantungan mereka pada materi yang bersumber dapat membuat upaya propaganda Zionis efektif karena chatbot sering menyajikan berbagai sudut pandang.
“Situs web ini mungkin cukup berguna untuk melakukan pengendalian kerusakan pada pertanyaan-pertanyaan seperti ‘Apakah Israel melakukan genosida?’ karena mereka menyediakan narasi Israel, yang kemudian dapat diulang oleh chatbot sebagai representasi dari salah satu sisi perdebatan,” katanya.
Laporan tersebut mengatakan dukungan publik untuk ‘Israel’ di Amerika Serikat telah menurun tajam sejak dimulainya perang Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina. Penurunan ini juga terlihat di antara kelompok-kelompok yang secara tradisional dianggap sebagai pendukung kuat ‘Israel’, termasuk kaum konservatif dan Kristen evangelis.*




