Hidayatullah.com – Sembilan menteri penjajah Israel dan 13 anggota parlemen menyerukan untuk menyerbu kompleks Masjidil Aqsha di Yerusalem Timur yang diduduki pada Jumat pekan ini.
Melansir Yeni Safak pada Selasa (12/05/2026), melalui surat resmi, mereka meminta polisi untuk mengawal dan mengizinkan pemukim ilegal Yahudi untuk menyerbu kompleks masjid yang menjadi kiblat pertama umat Islam itu.
Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan kalender Ibrani pendudukan Israel atas sektor timur kota pada tahun 1967. Surat tersebut diterbitkan pada Senin oleh Beyadenu, sebuah organisasi sayap kanan yang menyerukan penyerbuan pemukim ke tempat suci tersebut.
Sebagian besar penandatangan berasal dari partai Likud sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, termasuk Menteri Pertahanan Israel Katz, Menteri Kehakiman Yariv Levin, dan Menteri Energi Eli Cohen. Menteri-menteri dari partai Zionisme Religius sayap kanan juga menandatangani surat tersebut.
Tiga menteri telah mengajukan permintaan yang sama minggu lalu, dan Radio Angkatan Darat Israel melaporkan pada saat itu bahwa polisi diperkirakan akan menolaknya. Masih belum jelas apakah tekanan politik yang meningkat — dari tiga menjadi sembilan menteri — akan mengubah sikap tersebut.
Puluhan ribu warga Palestina biasanya berkumpul di Masjidil Aqsha untuk melaksanakan sholat Jumat. Invasi pemukim sering kali melibatkan tindakan provokatif seperti ritual Talmud, doa, dan pengibaran bendera Israel.
Warga Palestina memandang tindakan tersebut sebagai bagian dari upaya sistematis Israel untuk men-Yahudikan Yerusalem Timur yang diduduki dan menghapus identitas Arab-Islamnya.*




