Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Juli 2026 17:28 5:28 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 Juli 2026 17:23
Bagikan
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung menggelar Seminar Manhaj Aqidah Muhammadiyah dihadiri Ustadz. Nur Fajri Romadhon, LC., MA dengan Anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah KH Wahyudi Abdurrahim, LC., M.M
Bagikan

Hidayatullah.com– Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung menggelar Seminar Manhaj Aqidah Muhammadiyah menghadirkan dialog antara Ustadz Nur Fajri Ramadhan, LC., MA dengan Anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah KH Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M., yang membahas sejarah, metodologi, dan corak pemikiran akidah Muhammadiyah.

Dalam forum tersebut, Ustadz Nur Fajri Ramadhan menjelaskan bahwa dalam fikih, Muhammadiyah tidak mengikatkan diri pada satu mazhab akidah tertentu. Menurutnya, melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, Muhammadiyah mengambil pendapat yang dipandang paling rajih berdasarkan kekuatan dalil, bukan atas dasar fanatisme mazhab.

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah mengakui Athari, Asy’ari, dan Maturidi sebagai bagian dari Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ketiga mazhab teologi tersebut memiliki perbedaan pada sejumlah persoalan kecil yang bersifat ijtihadi sehingga tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menyesatkan atau mengkafirkan.

“Perbedaan di antara ketiganya merupakan wilayah ijtihadi dalam kajian teologi Islam sehingga tidak boleh dijadikan alasan untuk saling mengkafirkan,” ujar alumni LIPIA dan Universitas King Abdulaziz ini.

Sementara itu, Ustadz Wahyudi Abdurrahim –demikian Kiai Wahyudi akrab disapa— menjelaskan bahwa latar belakang pendidikan pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, tidak dapat dilepaskan dari tradisi keilmuan Asy’ariyah yang berkembang di Nusantara.

Baca Juga

Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
‘Israel’ Klaim Tutup Konsulat Inggris dan Usir 20 Stafnya
Bangun Sinergi Strategis, Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Serta SDM
Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh

Ia menyebut KH. Ahmad Dahlan semasa muda berguru kepada sejumlah ulama, di antaranya Kiai Abu Bakar, Kiai Faqih Gresik, dan Kiai Sholeh Darat, serta mempelajari kitab-kitab akidah yang lazim digunakan di lingkungan pesantren.

“KH. Ahmad Dahlan tumbuh dalam lingkungan pendidikan Islam yang kuat dengan tradisi Asy’ariyah. Beliau mengenal dan mempelajari khazanah keilmuan tersebut sebelum kemudian mengembangkan gerakan tajdid Muhammadiyah,” kata pengasuh Pondok Modern Darul Muflihun Temanggung, Jateng.

Selain itu, Ustadz Wahyudi menjelaskan bahwa semangat pembaruan KH. Ahmad Dahlan juga dipengaruhi oleh pemikiran Muhammad Abduh serta interaksi intelektual dengan Syaikh Rasyid Ridha melalui majalah Al-Manar.

Gagasan-gagasan tersebut kemudian menjadi salah satu inspirasi bagi gerakan tajdid Muhammadiyah yang menekankan pemurnian akidah, penguatan pendidikan, serta kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Dua pembicara sepakat bahwa secara akidah, Muhammadiyah adalah Ahlul Haq Wassunnah atau Ahlussunnah wal Jamaah. Keduanya juga sepakat bahwa dalam akidah, terbagi menjadi dua, yaitu pokok akidah dan cabang akidah.

“Jika perbedaan terletak pada cabang akidah, maka pelakunya tetap dianggap muslim. Berbeda jika berbeda pada sisi pokok akidah, maka orang tersebut dianggap telah keluar dari Islam. Keduanya juga sepakat bahwa dalam perbedaan furu’ (cabang) fikih, menjadi persoalan biasa dan harus didahulukan sikap toleran, tanpa merasa paling benar dari yang lain,” ujar alumni Al-Azhar Mesir ini.

Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian safari dakwah Ustadz Nur Fajri Romadhan di Temanggung yang diharapkan dapat memperkuat pemahaman warga Muhammadiyah terhadap manhaj tarjih serta memperkokoh ukhuwah Islamiyah di tengah keragaman pandangan teologis di kalangan Ahlus Sunnah wal Jamaah.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Asy’ariAsy’ariyahAthariHeadlineKH Ahmad DahlanManhaj Aqidah MuhammadiyahmaturidiMuhammadiyahNur Farjri RamadhanWahyudi Abdurrahim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Jabar Berencana Bentuk Satgas dan Posko Anti LGBT, Terima Dukungan Puluhan Ormas dalam Audiensi
Tulisan selanjutnya Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara

Sejarah
7 Oktober 2026 08:25
Sekitar 2.200 Kerabat Terduga Petempur ISIS Masih Ditahan Pasukan Kurdi Suriah
Bantah Pakai RS untuk Aktivitas Militer, Hamas: Tuduhan Palsu ‘Israel’
Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda
Bangun Sinergi Strategis, Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Serta SDM

Terbaru

  • Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
  • Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
  • ‘Israel’ Klaim Tutup Konsulat Inggris dan Usir 20 Stafnya
  • Bangun Sinergi Strategis, Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Serta SDM
  • Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh
  • Bantah Pakai RS untuk Aktivitas Militer, Hamas: Tuduhan Palsu ‘Israel’
  • Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda
  • Sekitar 2.200 Kerabat Terduga Petempur ISIS Masih Ditahan Pasukan Kurdi Suriah
  • KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual

4 Oktober 2026 21:12
Berita

Menteri Pertahanan AS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”

4 Oktober 2026 21:08
Berita

Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan

4 Oktober 2026 17:42
Berita

Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM

4 Oktober 2026 17:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?