Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Prof Masykuri Abdillah: Rekomendasi KUII VIII Harus Dikawal hingga Menjadi Kebijakan Publik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Juli 2026 14:12 2:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Juli 2026 14:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Masykuri Abdillah, menegaskan bahwa hasil Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII tidak boleh berhenti sebagai dokumen rekomendasi semata. Menurutnya, seluruh rekomendasi yang telah disusun harus dikawal implementasinya agar benar-benar menjadi rujukan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Hal itu disampaikan Prof. Masykuri saat penutupan KUII VIII di Hotel Bidakara, Ahad (26/7/2026). Ia menilai, rekomendasi kongres harus segera disampaikan kepada para pengambil kebijakan, pelaksana kebijakan publik, serta masyarakat luas agar memberikan dampak nyata.

“Kalau hanya disimpan itu tidak ada gunanya. Harus disampaikan kepada pengambil kebijakan, pelaksana kebijakan publik, dan juga umat secara keseluruhan,” ujarnya.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut juga mengapresiasi hasil KUII VIII yang dinilainya paling komprehensif dibandingkan penyelenggaraan kongres-kongres sebelumnya. Menurutnya, rekomendasi yang dihasilkan mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari sosial budaya, ekonomi dan kesejahteraan, politik, keamanan, hubungan luar negeri, pendidikan, hingga perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

“Kalau dibandingkan dengan kongres-kongres sebelumnya, kali ini mungkin yang paling komprehensif. Semua aspek penting dibahas, termasuk teknologi dan AI,” katanya.

Baca Juga

Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing
BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal

Prof. Masykuri menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah kebijakan tidak hanya ditentukan oleh kualitas regulasi yang dihasilkan, tetapi juga oleh implementasi di lapangan dan tingkat partisipasi masyarakat. Ketiga aspek tersebut, menurutnya, menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menyelesaikan berbagai persoalan umat.

“Keberhasilan itu bisa dilihat dari tiga hal. Pertama regulasi yang ada, kedua pelaksanaannya, apakah dijalankan dengan baik atau justru terjadi manipulasi, dan ketiga adalah kesadaran serta partisipasi umat. Tiga hal ini tidak bisa dipisahkan,” jelasnya.

Untuk memastikan rekomendasi KUII VIII benar-benar terealisasi, Prof. Masykuri mendorong MUI memanfaatkan Komisi Pengkajian dan Komisi Hukum untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Menurutnya, kedua komisi tersebut dapat berperan dalam mengawal agar pelaksanaan kebijakan tetap sejalan dengan rekomendasi yang telah disepakati dalam kongres.

Selain itu, ia menilai pengawalan kebijakan harus dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat melalui materi dakwah yang lebih kontekstual. Dakwah, menurutnya, tidak hanya membahas persoalan ibadah, tetapi juga harus meningkatkan literasi umat mengenai isu-isu sosial, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari, termasuk ekonomi syariah.

“Umat jangan hanya dikhotbahi persoalan dunia dan akhirat saja, tetapi juga persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kehidupan umat,” tuturnya.

Di akhir penyampaiannya, Prof. Masykuri mengingatkan agar MUI dan organisasi kemasyarakatan Islam tetap menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan publik secara ilmiah, objektif, dan konstruktif. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari partisipasi masyarakat, namun harus didasarkan pada data, kaidah keilmuan, serta disampaikan dengan cara yang santun.

“Kalau di Majelis Ulama dan ormas-ormas Islam, kritik itu harus bersifat konstruktif, bukan untuk menjatuhkan,” pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kongres Umat Islam IndonesiaKUIIMUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi: Sekolah Tahfidz Harus Melahirkan Manusia Beradab
Tulisan selanjutnya Hamid Fahmy Zarkasyi: Krisis Peradaban Berawal dari Hilangnya Adab dalam Pendidikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Serangan Siber Hacker terhadap Israel
Berita

Kelompok Hacker Handala Bobol Sistem ‘Israel’, Curi 150 GB Dokumen Sensitif

Berita
26 Oktober 2026 14:03
Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara
Macklemore Janji akan Menyuarakan Pembebasan Palestina Sampai Napas Terakhir
‘Israel’ Lancarkan Penggerebekan di Seluruh Tepi Barat, Usir 5.000 Warga Palestina
Patriotik, Gigih, Berempati: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pemuda?

Terbaru

  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah
  • Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
  • Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing
  • BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal
  • Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan
  • Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026
  • Patriotik, Gigih, Berempati: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pemuda?
  • Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara
  • Macklemore Janji akan Menyuarakan Pembebasan Palestina Sampai Napas Terakhir

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan

28 Oktober 2026 13:17
Berita

Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026

28 Oktober 2026 12:41
Berita

Yordania Gempur Sel Teroris di Suriah Menyusul Serangan atas Gereja di Karak

27 Oktober 2026 18:26
Berita

Penjajah ‘Israel’ Bakar Kamp Pengungsian di Gaza, Lebih dari 200 Keluarga Terusir

27 Oktober 2026 14:54
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?