Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi: Sekolah Tahfidz Harus Melahirkan Manusia Beradab

Dija
Terakhir diupdate: 28 Juli 2026 12:44 12:44 pm
Dija
Dipublikasikan 28 Juli 2026 12:45
Bagikan
Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., dan beberapa sumber di INSISTS CAMP 2026/ Doc. INSISTS
Bagikan

Hidayatullah.com—Menjamurnya sekolah tahfidz di Indonesia menjadi perkembangan yang menggembirakan bagi dunia pendidikan Islam. Namun, Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., memberikan catatan kritikal agar pendidikan Al-Qur’an (Pesantren Tahfidz) tidak boleh terjebak sekadar pada mengejar target hafalan semata.

Lembaga pendidikan harus memastikan setiap ayat yang dihafal dipahami, diamalkan, dan membentuk adab peserta didik. Tanpa itu, tujuan utama dari pendidikan Al-Qur’an belum sepenuhnya tercapai.

“Al-Qur’an itu bukan hanya dihafal, tetapi dipahami dan diamalkan,” tegas Prof. Hamid saat menjadi pembicara dalam INSISTS Camp 2026 Batch 3 bertema “Bina Ketahanan Keluarga untuk Generasi Berdaya” di Cisarua, Bogor (25/7/2026).

Jangan Bangga dengan Hafalan Tanpa Pemahaman

Prof. Hamid menyoroti fenomena maraknya lembaga tahfidz yang hanya menekankan kuantitas hafalan. Menurutnya, menghafal Al-Qur’an (hifzh) barulah tahap paling dasar dalam taksonomi belajar.

Baca Juga

Komite Teknokrat Palestina Mengaku Siap Mengelola Gaza usai ‘Israel’ Mundur
Keluarga Adalah Sekolah Pertama Pembentuk Peradaban
Mendikdasmen: KUII VIII Momentum Perkuat Persatuan Umat dan Dukung Pembangunan Nasional
Jimly Asshiddiqie Dorong MUI dan Ormas Islam Jadikan Pembenahan Akhlak Bangsa sebagai Prioritas
Malaysia Tegas Menolak Mengakui ‘Israel’ Meski Ditekan AS

“Dalam taksonomi belajar, menghafal itu baru tahap awal. Tahap berikutnya adalah memahami dan mengamalkan. Jadi bagi Bapak dan Ibu yang menyekolahkan anaknya ke pondok  tahfidz, jangan bangga dulu jika anak baru sekadar hafal. Itu baru satu tahap. Jika hafalan itu tidak diiringi dengan pemahaman dan pengamalan, nilai keberkahannya akan hilang,” ujarnya lagi.

Ia menilai, banyak fenomena anak-anak yang di masa kecilnya hafal Al-Qur’an, namun ketika beranjak dewasa hafalannya pudar dan perilakunya justru jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an. Hal ini terjadi karena mereka sejak awal hanya dituntut menghafal lafaz tanpa dituntun untuk memahami ilmu dan kandungan maknanya.

Meneladani Tradisi Para Sahabat dan Ahlus Shuffah

Kritiknya ini bukan dimaksud merendahkan sekolah tahfidz, sebab menurutnya, tradisi menghafal Al-Qur’an telah menjadi fondasi peradaban Islam sejak zaman Nabi ﷺ. Hanya bedanya saat ini dengan metode pendidikan yang diterapkan Rasulullah ﷺ kepada para sahabat—termasuk para penuntut ilmu dari kalangan Ahlus Shuffah yang menetap di Masjid Nabawi—selalu memadukan antara hafalan, ilmu, dan amal.

Para sahabat yang belajar di bawah bimbingan Rasulullah ﷺ memiliki kedisiplinan belajar yang ketat. Sebagaimana diriwayatkan dari tradisi belajar Ahlus Shuffah dan para sahabat:

“Kami tidak melewati sepuluh ayat Al-Qur’an kecuali kami mempelajari kandungan ilmu dan pengamalannya. Maka kami mempelajari ilmu dan amal secara bersamaan.”

Metode terintegrasi inilah yang melahirkan generasi terbaik Islam. Mereka tidak dikenal semata-mata karena kuatnya hafalan, tetapi karena Al-Qur’an telah meresap menjadi cara berpikir, berakhlak, dan pedoman bertindak sehari-hari.

Hafalan sebagai Pintu Masuk Ilmu dan Adab

Pakar dalam bidang Islamic Worldview (Pandangan Hidup Islam) ini menambahkan, pengalaman keilmuan para ulama besar dalam sejarah Islam—seperti yang ia temui juga dalam tradisi pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo—menunjukkan bahwa hafalan Al-Qur’an berfungsi sebagai alat atau pintu masuk.

Ia melihat sendiri bagaimana anak-anak di Mesir sejak usia dini telah merampungkan hafalan Al-Qur’an sebagai fondasi untuk mendalami disiplin ilmu Islam lainnya, seperti tafsir, hadis, fikih, usul fikih, hingga bahasa. Hafalan tersebut menjadi bekal berharga untuk mengarungi samudera ilmu.

Oleh karena itu, sekolah tahfidz di Indonesia didorong untuk tidak berhenti pada pencapaian wisuda hafiz/hafizhah. Pendidikan Al-Qur’an harus mengarahkan peserta didik pada pembentukan adab, seperti kejujuran, kedisiplinan, penghormatan kepada orang tua, menjaga lisan, dan kepedulian sosial.

“Tujuan akhir kita bukan sekadar menghasilkan hafizh, tetapi melahirkan manusia yang hidupnya beradab dengan Al-Qur’an. Dari pribadi-pribadi beradab itulah keluarga yang kokoh dan peradaban Islam yang unggul dapat dibangun,” demikian ujar alumni International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), International Islamic University Malaysia (IIUM) di bawah bimbingan langsung filsuf terkemuka Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas ini.

Dalam agenda tahunan  “INSISTS Camp 2026 Batch 3” yang mengusung tema “Bina Ketahanan Keluarga untuk Generasi Berdaya” di Aula Villa Robinson Cisarua Resort, Bogor, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh  Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) sebuah lembaga pemikiran berkantor di Jakarta yang berlangsung selama tiga hari.

Acara diikuti 84 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, terdiri atas pasangan keluarga maupun peserta yang belum menikah.

Selain Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi, hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Syamsuddin Arif, Assoc. Prof. Dr. Ugi Suharto, Dr. Nirwan Syafrin Manurung, Dr. Henri Shalahuddin, Dr Wido Supraha, Dr. Akmal Sjafril, dan Arif Afandi Zarkasyi, M.A.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahlus Shuffahhafalan al-QuranHamid Fahmy ZarkasyiHeadlineINSISTS Camp 2026 INSISTSpendidikan al-Qur’anpesantren tahfidzsekolah tahfidz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komite Teknokrat Palestina Mengaku Siap Mengelola Gaza usai ‘Israel’ Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

KUII VIII Bahas Naskah Akademik dan RUU Terkait LGBT, Akan Diserahkan ke Presiden dan DPR

Berita
25 Juli 2026 12:45
Adiwarman Karim Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Harus Mensejahterakan Semua Kelompok Masyarakat
Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
KUII VIII Siapkan Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah dan Penguatan Peran Umat Islam
Mahfud MD Dukung Rekomendasi MUI, Sebut Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Diatur UU

Terbaru

  • Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi: Sekolah Tahfidz Harus Melahirkan Manusia Beradab
  • Komite Teknokrat Palestina Mengaku Siap Mengelola Gaza usai ‘Israel’ Mundur
  • Keluarga Adalah Sekolah Pertama Pembentuk Peradaban
  • Mendikdasmen: KUII VIII Momentum Perkuat Persatuan Umat dan Dukung Pembangunan Nasional
  • Jimly Asshiddiqie Dorong MUI dan Ormas Islam Jadikan Pembenahan Akhlak Bangsa sebagai Prioritas
  • Malaysia Tegas Menolak Mengakui ‘Israel’ Meski Ditekan AS
  • Pemerintah Optimistis Ekonomi Syariah Jadi Motor Pertumbuhan Nasional
  • ‘Israel’ Izinkan Pasukan Internasional Masuk Gaza, Akankah Penderitaan Warga Palestina Berkurang?
  • Adiwarman Karim Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Harus Mensejahterakan Semua Kelompok Masyarakat
  • Jusuf Kalla Indonesia Harus Ambil Peran Lebih Besar dalam Perdamaian Timur Tengah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pemerintah Optimistis Ekonomi Syariah Jadi Motor Pertumbuhan Nasional

27 Juli 2026 17:00
Berita

‘Israel’ Izinkan Pasukan Internasional Masuk Gaza, Akankah Penderitaan Warga Palestina Berkurang?

27 Juli 2026 15:11
Berita

Jusuf Kalla Indonesia Harus Ambil Peran Lebih Besar dalam Perdamaian Timur Tengah

27 Juli 2026 13:00
Berita

Bakar Dua Masjid, Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Picu Kerusuhan di Tepi Barat

27 Juli 2026 11:54
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?