Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Agustus 2026 13:37 1:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Agustus 2026 13:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Mantan Menteri Agama periode 2020–2024, Yaqut Cholil Qoumas, didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp622,09 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan kuota haji periode 2023–2024.

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fahmi Idris mendakwa Yaqut telah mengalihkan dan mengatur pembagian kuota haji khusus tambahan 2024 sebesar 50 persen tanpa didasarkan pada kajian teknis.

“Terdakwa juga telah melakukan pengisian kuota haji khusus tambahan 2023 dan 2024 dengan Jamaah Haji Khusus Tanpa Masa Tunggu (TO)/Jamaah Haji Khusus dengan Masa Tunggu x Tahun (Tx) tidak sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” kata Fahmi saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).

Menurut jaksa, Yaqut melakukan perbuatan tersebut bersama mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex; Direktur Operasional Maktour Ismail Adham; serta mantan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah RI Asrul Aziz Taba.

Fahmi menyebut pengisian kuota haji khusus tambahan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi permintaan Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), disertai penerimaan biaya percepatan dari jamaah dan petugas haji khusus.

Baca Juga

Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

Jaksa merinci kerugian negara dalam perkara tersebut berasal dari sejumlah komponen. Pertama, terdapat selisih penerimaan dengan pengeluaran PIHK dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024 untuk jamaah haji khusus yang dinilai seharusnya tidak berhak berangkat sebesar Rp438,22 miliar.

Kedua, terdapat penerimaan PIHK dari penjualan kuota petugas haji khusus tahun 2024 sebesar Rp39,95 miliar.

Ketiga, terdapat biaya percepatan pengisian kuota haji khusus tambahan pada 2023 dan 2024 untuk jamaah haji khusus yang dinilai seharusnya tidak berhak berangkat sebesar Rp143,92 miliar. Jika dijumlahkan, ketiga komponen tersebut mencapai sekitar Rp622,09 miliar.
Dalam dakwaannya, jaksa juga mengungkap sejumlah pihak yang disebut memperoleh keuntungan dari perkara tersebut.

Yaqut disebut menerima sekitar Rp4,83 miliar. Sementara Gus Alex diduga diperkaya sebesar Rp93,09 miliar dan Rp330 juta.

Selain itu, Rizky Fisa Abadi disebut menerima sekitar Rp7,6 miliar, Rp50 juta, dan Rp854,4 juta. Abdul Muhyi masing-masing disebut menerima Rp3,22 miliar dan Rp2,27 miliar.

Jaksa juga menyebut Ridwan Kurniawan menerima sekitar Rp9,12 miliar dan Rp250 juta, Iyah Nuriyah Rp1,25 miliar, serta Doddy Suhada Rp1,06 miliar.

Kamal dan Adam Fakih Mukodam masing-masing disebut memperoleh sekitar Rp53,4 juta.

Pihak lainnya yang disebut dalam dakwaan antara lain Bambang Sutrisno sebesar Rp1,42 miliar, Hud Rifky Assegaf Rp2,31 miliar, Anjas Asmara Rp534 juta, dan Hafiz Rp1,68 miliar.

Kemudian Makki Abdul Soleh disebut memperoleh Rp89 juta, Roy Kurniawan Rp329,3 juta, Rachmat Wildan Rp124,6 juta, Farid Aljawi Rp934,5 juta dan Ahmad Taufik Rp2,25 miliar.

Jaksa juga menyebut Muzaki Kholis menerima sekitar Rp1,5 miliar, Badrusalam Rp80,1 juta, Muhammad Zaki Yamani Rp353,6 juta, Amaludin Wahab Rp10,73 miliar, serta Syihabbul Muttaqin Rp8,78 miliar.

Selanjutnya, Tauhid Hamdi disebut menerima Rp356 juta, Ali Makki Rp348,88 juta, dan Buchori Yusuf Rp996,8 juta.

Selain individu, jaksa menyebut 313 PIHK turut memperoleh keuntungan dengan nilai sekitar Rp478,17 miliar. Sementara Koperasi Perahu disebut menerima sekitar Rp471,7 juta

Atas perbuatannya, Yaqut didakwa melanggar Pasal 603 jo Pasal 20 huruf c KUHP atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sebelumnya, mantan staf khusus Yaqut, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, memilih tidak menjelaskan perihal pertemuannya dengan sejumlah pihak dalam pembahasan draf alokasi kuota haji tambahan 2024.

“Ke penyidik aja. Pada saatnya saya akan memberikan keterangan,” ujar Alex seusai diperiksa KPK di Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026).

Sementara itu, pengacara Yaqut, Mellisa Anggraini, membantah adanya bukti aliran dana kepada kliennya. Ia menilai keterangan ratusan saksi dalam perkara tersebut tidak menunjukkan Yaqut menerima uang hasil dugaan korupsi kuota haji.

“Dari 432 saksi yang ada di dakwaan, alhamdulillah tidak ada yang bilang Gus Yaqut menerima aliran dana,” ujar Mellisa dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026).

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari pembelaan pihak Yaqut yang menunggu proses persidangan untuk menguji seluruh dakwaan dan bukti yang diajukan jaksa.

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineKorupsiKorupsi kuota hajiMenagYaqut Cholil Qoumas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Promosi Miras dengan Tantangan Hafalan Surat Ad-Dhuha, Sounds Project Buat Klarifikasi
Tulisan selanjutnya Menteri Ekstremis ‘Israel’ Desak Netanyahu Larang Presiden Palestina Kembali ke Tepi Barat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal Program MBG

Berita
24 September 2026 09:52
Iran Ancam Gunakan Senjata Baru Jika AS Kembali Serang
Turki Minta Dunia Bersatu Lindungi Anak di Ruang Digital
Hujan Deras Merendam Bangkok
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya

Terbaru

  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
  • Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran
  • Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah
  • Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

27 September 2026 08:42
Garda Revolusi Pembajakan Pesawat
Berita

Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran

27 September 2026 07:18
Berita

Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

27 September 2026 05:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?