Hidayatullah.com – Zionis ‘Israel’ dan Board of Peace (Dewan Perdamaian) menyepakati dua komite, salah satunya akan berfokus pada pelucutan den demiliterisasi Gaza.
Kesepakatan itu terjadi menyusul pertemuan antara Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu, utusan AS Jared Kushner dan Direktur Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov pada Senin.
“Perdana Menteri dan Dewan Perdamaian melakukan diskusi yang mendalam dan konstruktif. Disepakati untuk membentuk dua kelompok kerja,” kata kantor Perdana Menteri ‘Israel’ dalam pernyataan yang diunggah di X.
Menurut pernyataan tersebut, komite pertama akan bertugas pada “pelucutan senjata dan demiliterisasi Gaza”. Mereka bersikeras bahwa hal itu “dilakukan segera dan diselesaikan sebelum rekonstruksi terjadi di Gaza.”
Sementara komite kedua, akan berfokus pada “anitasi, air bersih, dan masalah kesehatan masyarakat lainnya bagi penduduk Gaza” yang juga berdampak pada penduduk di Israel, imbuh pernyataan tersebut.
Kabarnya Bekas Perdana Menteri Inggris Tony Blair juga menghadiri pertemuan itu, menurut The Times of Israel mengutip sumber anonim.
Pembicaraan ini berlangsung setelah Kushner mengunjungi ibu kota Mesir, Kairo, pada hari Ahad—didampingi oleh Mladenov dan Blair—di mana mereka membahas isu-isu yang sama dengan para pejabat Hamas.
Pada bulan Oktober 2023, penjajah ‘Israel’ melancarkan genosida di Gaza yang telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang lainnya.
Meskipun gencatan senjata, yang merupakan tahap pertama rencana perdamaian usulan Trump, berlaku sejak Oktober 2025, penjajah ‘Israel masih terus menyerang wilayah terblokade tersebut. Sejak itu sedikitnya 1.260 orang syahid dan lebih dari 4.100 lainnya luka-luka.
Tahap kedua rencana Trump mencakup pengalihan pemerintahan di Gaza kepada komite teknokrat Palestina, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, dan penempatan senjata di bawah pengawasan internasional.
Sementara itu, ‘Israel’ diperkirakan akan melakukan penarikan pasukan secara bertahap dari Gaza agar upaya rekonstruksi dapat dimulai.*




