Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

PBB: 214 Perusahaan dari 11 Negara Terkait Pemukiman Ilegal ‘Israel’ di Palestina

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 28 September 2026 16:42 4:42 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 28 September 2026 17:00
Bagikan
Zionis Israel terus menambah pemukiman baru di tanah Palestina yang dijajah di Tepi Barat.
Bagikan

Hidayatullah.com – Daftar perusahaan yang terlibat dan beroperasi di permukiman ilegal ‘Israel’ di Tepi Barat, Palestina yang dijajah bertambah panjang.

Data Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengungkap ada 61 nama perusahaan baru dalam daftar tersebut, menjadikan total 214 perusahaan dari 11 negara terlibat dalam kegiatan yang melanggar HAM warga Palestina.

Pembaruan daftar perusahaan, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2020, dilakukan PBB pada Jumat (25/09/2026).

Di antara perusahaan yang baru dimasukkan adalah produsen pestisida Israel ADAMA (bagian dari Syngenta Group milik Tiongkok), perusahaan investasi real estat Israel Alony Hetz, dan perusahaan Spanyol Salvat Logistica.

Sebagian besar perusahaan dalam daftar tersebut berasal dari Israel, sementara sisanya berbasis di Prancis, Jerman, Tiongkok, Amerika Serikat, dan negara lain. Lima perusahaan dihapus dari daftar sebelumnya yang berisi 158 perusahaan setelah dinilai tidak lagi memenuhi kriteria.

Baca Juga

Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri

Data perusahaan itu mencakup perusahaan yang aktif di berbagai sektor, termasuk energi, pangan, perhotelan, transportasi, dan pertanian, yang dinilai berdasarkan informasi rahasia yang disampaikan kepada kantor HAM PBB.

Sekitar 60 perusahaan lainnya telah ditinjau namun tidak dimasukkan karena tidak memenuhi ambang batas kriteria.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, mengatakan bahwa laporan tersebut berfungsi sebagai pengingat bagi perusahaan bahwa mereka memiliki tanggung jawab terkait hak asasi manusia dan diharapkan melakukan uji tuntas untuk memastikan mereka tidak terlibat dalam pelanggaran.

Meskipun begitu, melansir Quds News Network, pendataan PBB ini tidak memiliki kekuatan penegakan hukum, dan fungsi utamanya adalah menyebutkan serta mengungkap bisnis yang operasinya mendukung kegiatan yang dianggap ilegal oleh komunitas internasional.

Misi diplomatik Israel di Jenewa menyebutnya sebagai “mekanisme yang menyimpang” dan “alat politik” yang digunakan untuk menjalankan “kampanye pencemaran nama baik” terhadap perusahaan-perusahaan yang menurut mereka tidak melakukan kesalahan apa pun. Para pejabat Israel secara konsisten menolak keberadaan basis data ini sejak awal pembuatannya.

Pembaharuan daftar ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan ekonomi internasional terhadap kegiatan permukiman tersebut. Awal bulan ini, Inggris, Prancis, dan Kanada mengumumkan larangan perdagangan dengan permukiman ilegal Israel, bergabung dengan daftar negara yang terus bertambah dalam mengambil langkah konkret terhadap ekonomi permukiman yang telah didokumentasikan oleh PBB sejak tahun 2020.

Norwegia sedang memproses undang-undang untuk mengkriminalisasi perdagangan dengan permukiman, dengan ancaman hukuman penjara hingga tiga tahun. Basis data PBB dan larangan perdagangan Eropa merupakan dua sisi dari tekanan yang sama: satu pihak mengungkap nama perusahaan, sementara pihak lainnya memutus akses mereka ke pasar.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelPBBpemukiman ilegalpenjajahan Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

LPH Hidayatullah Hadir di MIHAS 2026, Perkuat Jejaring Halal Internasional

Berita
24 September 2026 10:41
PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan
MUI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal Program MBG
Hujan Deras Merendam Bangkok

Terbaru

  • PBB: 214 Perusahaan dari 11 Negara Terkait Pemukiman Ilegal ‘Israel’ di Palestina
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

27 September 2026 16:44
Berita

Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

27 September 2026 10:23
Berita

Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

27 September 2026 09:31
Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?