Hidayatullah.com – Tifatul Sembiring mendesak pencopotan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah menyusul tindakan sewenang-wenang dan berlebihan aparat dalam penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Mojolaban, Sukoharjo.
“Ganti Kapolda Jateng,” tulis anggota DPR RI Fraksi PKS itu melalui akun Facebook pribadinya pada Ahad (01/11/2026).
Menurut Tifatul, tindakan aparat dalam penggeledahan tersebut berlebihan dan tidak pantas, terutama setelah muncul laporan dugaan intimidasi serta perlakuan tidak patut terhadap para santriwati.
“Gara-gara isu warung babi, pesantren perempuan Al-Qur’an di Sukoharjo digerebek Polda Jateng. Santriwati di waktu dini hari disuruh keluar tanpa hijab, disuruh tengkurap di lapangan,” ujar Tifatul dalam unggahan lainnya.
Penggeledahan yang berlangsung pada akhir Oktober 2026 tersebut berkaitan dengan penyidikan perkara pembakaran dan perusakan sebuah warung di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, pada September 2026.
Namun, pelaksanaannya menuai sorotan setelah pihak pesantren melaporkan dugaan intimidasi, penggunaan senjata laras panjang, serta tindakan aparat yang dinilai mengabaikan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Mantan Menkominfo RI itu menyebut tindakan aparat berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian yang tengah dibangun Kapolri.
“Kapolda Jateng, ini dengan bangga berargumen Arogan. Di tengah ademnya Kapolri bangun citra umat Islam, tapi dirusak oleh Kapolda Jateng ini,” tulis Tifatul.*




