Hidayatullah.com – Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Pulau Qeshm milik Iran, menurut para pejabat AS dikutip The Wall Street Journal.
Serangan yang dilaporkan terjadi pada Senin itu terjadi di saat Presiden AS Donald Trump mengklaim berupaya meredam terjadinya kembali perang dengan Iran.
“Ini merupakan langkah defensif terhadap tindakan pihak Iran yang menggunakan rudal darat-ke-udara untuk menyasar aset-aset AS,” ujar pejabat lansir The Wall Street Journal pada Selasa (03/11/2026).
“Kami pernah berperang dengan Iran. Kami menang,” kata Trump kepada para wartawan sebelumnya pada hari yang sama. “Entah apakah itu bisa disebut perang atau bukan, karena sudah berbulan-bulan tidak ada pertempuran apa pun,” imbuhnya.
Namun, sejumlah pejabat AS mengungkapkan kepada The Wall Street Journal bahwa pasukan Amerika terus melancarkan serangan berskala lebih kecil terhadap Iran selama beberapa pekan terakhir.
Menurut laporan tersebut, beberapa pejabat AS menggambarkan operasi-operasi itu sebagai tindakan defensif. Mereka mengklaim bahwa tujuannya adalah mencegah Iran memperoleh kemampuan untuk mengancam atau menyerang pelayaran komersial penting di Selat Hormuz.
Kantor berita Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar pada Selasa dini hari di wilayah Iran bagian selatan, termasuk di Pulau Qeshm dan kota pesisir Bandar Lengeh.*




