Hidayatullah.com– Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menggelar milad ke-21 sekaligus doa bersama akhir tahun dengan mengangkat tema “Kokohkan Bukti Nyata Kebaikan”.
“Kesyukuran kami, satu yang istimewa dari milad BMH saat ini, sebab di tahun-tahun biasanya di hall gedung. Namun sekarang dilaksanakan di tengah masyarakat penyintas Gempa Cianjur,” kata Direktur Utama BMH Supendi MM saat memberikan sambutan di masjid darurat Ash-Shofa di Kampung Pasir Gombong, Desa Sukamulya, Sabtu sore (31/12/2022).
Ia berharap BMH pada usia yang sudah tak muda lagi semakin amanah, semakin profesional, dan keberkahan lebih terasa lagi di seluruh umat di Indonesia.
“BMH lahir tanggal 27 Desember 2001. Udah remaja, perjalanan yang kami lalui tidak selalu mulus, rintangan, gelombang silih berganti tapi Alhamdulillah, Allah mengizinkan melewati semua ujian ini,” ujar Supendi.
Supendi bersyukur karena BMH langsung hadir di lokasi sehari setelah gempa Cianjur tersebut, menemani penyintas dari awal, memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Di tahun baru, semoga keluarga kita dan tentu khusus masyarakat penyintas bencana gempa Cianjur, bisa menjalani kehidupan normal seperti sediakala,” ucap Supendi.
Terakhir, mensyukuri milad BMH, Supendi memotong tumpeng yang diberikan ke beberapa tokoh di Kampung Pasir Gombong.
Dirikan Masjid
Apep Rachmat sebagai DKM Masjid Darurat Ash-Shofa mengingatkan kepada para penyintas untuk meningkatkan keimanan. Rumah hancur, biarkanlah, itu kehendak Allah.
Alih-alih memikirkan rumah yang segera terbangun, ia justru berharap masjid dan sekolah bisa lebih dulu terbangun.
“Semoga tahun depan tempat ibadah (masjid) kita cepat terbangun, madrasah dan pesantren bisa terbangun lagi,” ujar Ajengan Apep penuh harap.
“Rumah bisa kita bangun lagi, ekonomi kita bisa lebih maju lagi, aamin,” ujar Ajengan Apep disambut warga Kampung Pasir Gombong.
Apep mengatakan dengan kesabaran ini Insya Allah keridhaan Allah menjumpai kita, dengan izin-Nya hajat kita di tahun baru ini Allah kabulkan.
Niat mendirikan masjid warga disambut BMH. Insyaallah masjid dibangunkan. Sementara ini, untuk masjid masih proses rancang gambar. Rencananya memang lebih luas daripada masjid sebelumnya, itu harapan dari masyarakat warga kampung.
Shelter Beriman
BMH juga menyiapkan rumah hunian sementara yang diberi nama Shalter Beriman, yang berarti bersih, indah, dan nyaman.
Shalter ini diharapkan selesai pekan ini, namun karena cuaca hujan dan kabut tebal mengakibatkan keterlambatan dari waktu yang sudah ditetapkan.
“Insya Allah dua tiga hari lagi udah bisa ditinggali,” ujar Dian selaku koordinator BMH sekaligus relawan yang selalu membersamai warga penyintas Gempa Cianjur.
“Untuk ukuran shelter berukuran 6×18 setiap satu hunian terdiri dari satu kamar. Insya Allah akan digunakan untuk 10 Kepala keluarga,” tukas Dian.*