Hidayatullah.com- Peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Pakistan menunjukan tren positif. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya intensitas interaksi antarkalangan pelaku bisnis kedua negara dalam menggali potensi ekonomi lebih jauh. Pada 2019, total nilai perdagangan Indonesia dengan Pakistan mencapai USD 2,3 miliar dengan surplus di pihak Indonesia sebesar USD 1,9 miliar.
Trade Expo Indonesia (TEI) sebagai salah satu pameran dagang terbesar selalu mendapatkan perhatian dari para pebisnis Pakistan. Tidak kurang dari 40 pelaku bisnis dari seluruh pelosok Pakistan hadir sebagai potential buyer pada event tahunan tersebut.
Tahun ini, pandemi Covid-19 membuat Indonesia mengubah format pelaksanaan TEI ke-35 menjadi sebuah Virtual Exhibition selama 7 hari pada 10-16 November 2020. Para pengunjung dari seluruh negara di dunia, selain bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan exhibitor lokal, juga diberi kesempatan terlibat dalam business matching dan business forum secara virtual. Calon pengunjung internasional bisa berpartisipasi tanpa dipungut biaya.
Untuk mensosialisasikan dan mendorong partisipasi para pelaku usaha Pakistan, KBRI Islamabad mempromosikan TEI-VE secara masif melalui berbagai jalur dan media. Selain mengirim dan mempublikasikan berbagai bahan promosi kepada seluruh KADIN se-Pakistan, asosiasi bisnis, dan serikat importir, KBRI Islamabad juga melakukan pendekatan secara langsung kepada para pelaku usaha yang merupakan importir komoditas potensial.
Salah satu upaya yang sudah dilakukan adalah pertemuan dengan Mr. Bilal Waheed beserta kolega yang merupakan importir batu bara sebagai sumber energi industri tekstil yang dimilikinya di Kota Faisalabad (19/10/2020). Kota Faisalabad dikenal sebagai “Manchesternya” Pakistan, kota maju terbesar kedua di Provinsi Punjab yang memiliki kawasan industri strategis, salah satunya industri tekstil. Dalam pertemuan diperoleh informasi bahwa industri tekstil di Faisalabad memerlukan pasokan energi yang cukup besar untuk menopang produksi.
“Batu bara merupakan salah satu kebutuhan utama untuk menjalankan industri tekstil di Pakistan. Kebutuhan batu bara akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik dan upaya mendorong kinerja produksi tekstil sebagai komoditas ekspor utama Pakistan,” ujar Mr. Bilal.
Ekspor batu bara Indonesia ke Pakistan pada 2019 tercatat mencapai 2,5 juta ton (USD 227 juta). Jumlah ini hanya 18% dari total impor batu bara Pakistan tahun lalu yang mencapai 13 juta ton (USD 1,3 miliar); sekitar 72% pangsa pasar batu bara Pakistan sisanya dikuasai Afrika Selatan. Komoditas batu bara juga tidak masuk dalam skema reduksi/eliminasi tarif di Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, KBRI Islamabad menyampaikan perkembangan tren penjualan batu bara Indonesia ke Pakistan dan beserta daftar perusahaan batu bara Indonesia yang dapat dijajaki lebih lanjut. Di akhir pertemuan, Mr. Bilal Waheed, selaku Vice President Faisalabad Chamber of Commerce and Industry, berjanji akan mengajak koleganya di Faisalabad untuk berpartisipasi pada TEI-VE ke-35.* Kiriman Yudi/KBRI Islamabad