Hidayatullah.com—Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan pembatalan izin lima perusahaan layanan umrah karena dinilai gagal memenuhi kewajiban mereka kepada jemaah dan melanggar aturan yang mengatur layanan umrah, lapor Saudi Gazette.
Kementerian mengatakan bahwa semua tindakan hukum telah diambil terhadap perusahaan yang terlibat termasuk merujuk mereka ke pihak berwenang untuk menyelidiki kesalahan dan menjatuhkan hukuman yang sesuai. Tindakan diambil menyusul keluhan dari jemaah umrah yang pernah berurusan dengan perusahaan bermasalah dan pengamatan oleh kementerian.
Pembatalan izin perusahaan yang ditemukan melanggar aturan diatur untuk memastikan bahwa pengalaman melakukan haji dan umrah di Tanah Suci Makkah tetap pada tingkat terbaik. Pelayanan yang diberikan kepada jamaah haji dan umrah harus mengikuti standar kualitas tertinggi agar mereka dapat melaksanakan ibadah dengan mudah dan nyaman.
Kementerian juga menegaskan tidak akan memberikan keringanan hukuman kepada pihak manapun yang lalai dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji dan umrah.
157 ribu jamaah tiba di Madinah
Di tempat terpisah, sebanyak 157.550 jemaah haji dari berbagai negara telah tiba di Madinah setelah musim haji tahun ini, lapor Saudi News Agency (SPA). Data Kementerian Haji dan Umrah tentang jemaah yang datang dan berangkat dari Madinah menunjukkan bahwa 11.125 jemaah telah meninggalkan Madinah melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Land Pilgrim Reception Centre.
Data tersebut juga menunjukkan jumlah jemaah haji yang tinggal di Madinah hingga Kamis sebanyak 74.316 orang. Sementara itu, musim umrah baru setelah musim haji tahun ini dibuka untuk jamaah dalam dan luar negeri mulai 30 Juli. *