Hidayatullah.com–Kanselir Jerman Angela Merkel merasa tidak perlu melarang menara masjid seperti di Swiss. Pada surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung, Merkel mengatakan Jerman berubah karena integrasi orang asing dan masjid ‘semakin menjadi bagian dari pemandangan Jerman’.
“Negeri kita akan berubah dan integrasi juga merupakan tugas bagi masyarakat yang mengangkat imigran,” kata Merkel kepada harian Frankfurter Allgemeine Zeitung, yang dikutip AFP.
“Selama bertahun-tahun kita menipu diri sendiri tentang ini. Masjid, misalnya, akan menjadi bagian yang lebih penting di kota-kota kita daripada sebelumnya,” ujarnya.
Merkel menegaskan kaum pendatang memiliki hak dan kewajiban sama seperti lainnya, dan oleh karena itu juga boleh membangun rumah-rumah sembahyang mereka. Merkel mengakui masih adanya masalah sekitar integrasi warga muslim dan mendorong semua orang untuk ‘menyebutkan kekurangan”.
Kanselir Jerman itu mengatakan orang hanya bisa berintegrasi apabila mereka turut dalam kursus-kursus bahasa, bersikap toleran, dan menghormati orang lain yang memiliki kepercayaan serta kebiasaan yang berbeda.
Sebelumnya, Swiss memicu kutukan internasional tahun lalu ketika memutuskan untuk melarang pembangunan menara.
Jerman, dengan penduduk beragama Islam mencapai sedikitnya 4 juta, telah terbelah beberapa pekan baru-baru ini oleh satu perdebatan tentang integrasi yang dipicu pernyataan anggota bank sentral negeri itu terkait imigran Muslim. [anp/afp/hid/hidayatullah.com]