Hidayatullah.com –Dua orang anggota parlemen Inggris hari Sabtu mengunjungi dua orang sejawat Palestinanya yang tertahan di kantor palang Merah di Yerusalem, karena diusir dari kota itu oleh pemerintah Israel.
Jeremy Corbin dan Andrew Slaughter anggota Partai Buruh Inggris bertemu dengan anggota Dewan Legislatif Palestina Muhammad Totah dan Ahmad Atoun di markas Palang Merah, bersama dengan para wartawan serta aktivis perdamaian Lubna Masarwa.
Sebagaimana dilansir Maan (8/11), kedua anggota legislatif Inggris itu mengatakan bahwa kedatangan mereka adalah untuk menunjukkan solidaritasnya kepada rakyat Palestina serta menentang pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Israel.
Totah dan Atoun terpilih menjadi anggota legislatif tahun 2006, sebagai anggota yang masuk dalam daftar Perubahan dan Reformasi Hamas. Tapi tak tama setelah keduanya terpilih, Israel langsung menyuruh mereka mundur dan menarik izin tinggal mereka di Yerusalem.
Ketika Totah dan Atoun menolak mundur, mereka kemudian dipenjara. Setelah bebas, kartu tanda penduduknya disita pemerintah Zionis. Israel kemudan mengusir mereka dari Yerusalem (Al-Quds), kota tempat tinggal keluarga besarnya sejak dulu kala. Sementara dua anggoa legislatif dari Hamas lainnya, Muhammad Abu Tir dan Khalid Abu Arafah juga diusir dari Al-Quds tahun ini.
Totah dan Atoun menolak untuk meninggal kota dan bertahan di markas Palang Merah sebagai bentuk penentangan. Jika mereka keluar dari tempat itu, maka Isrel akan segera menangkapnya lagi dan membuang mereka keluar.
Ditanya mengenai kunjungan dua anggota legislatif dari Inggris, jurubicara Konsulat Inggris di Yerusalem Fadi Adeeb mengatakan, “Mereka datang ke sini (atas keinginan) sendiri. Mereka tidak mewakili pemerintah.”
Inggris, sama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan Kanada, menganggap Hamas sebagai sebuah organisasi teroris dan menolak melakukan kontak resmi dengan kelompok tersebut.[di/maan/ hidayatullah.com]
Foto: Sebelah kiri adalah Muhammad Totah.(Maan)