Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kuartet Timur Tengah Bertemu 11 Juli

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 3 Juli 2011 21:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para utusan dari Kuartet diplomatik Timur Tengah akan bertemu di Washington pada 11 Juli, kata seorang pejabat senior Amerika Serikat Sabtu (2/7), menjelang upaya Palestina untuk mencari pengakuan PBB September depan.

Amerika Serikat bersikap ragu-ragu selama beberapa bulan mengorganisasikan pertemuan sebelum mengamankan kemajuan substansial menuju kembali ke perundingan antara Palestina dan Israel.

“Akan ada pertemuan Kuartet di Washington pada 11 Juli,” kata pejabat AS itu kepada sekelompok kecil wartawan, berbicara dengan syarat tak disebut jatidirinya.

Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat membentuk Kuartet mengenai masalah Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Menlu Rusia Sergei Lavrov, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton akan berpartisipasi dalam rapat itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe sebelumnya telah mengisyaratkan akan adanya pembicaraan itu.

Perundingan perdamaian Israel-Palestina terhenti pada September 2010 ketika Israel gagal untuk memperbarui pembekuan parsial pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki.

Sejak itu, Palestina menolak untuk kembali ke perundingan selama Israel masih membangun permukiman di atas tanah yang mereka inginkan untuk negara Palestina masa depan.

Para pemimpin Palestina berencana untuk mencari pengakuan atas negara mereka sesuai garis batas tahun 1967 sebelum Perang Enam Hari ketika Majelis Umum PBB bersidang pada September, meskipun mendapat penentangan Israel dan Amerika Serikat.

Perancis telah mengindikasikan bahwa pihaknya mungkin mengakui negara Palestina merdeka jika pembicaraan perdamaian tidak kembali kepada jalurnya sampai dengan September.

Jerman, seperti juga Amerika Serikat, menentang langkah-langkah sepihak dan menerima posisi Israel bahwa kemajuan apa pun harus dilakukan melalui perundingan.

Tetapi masyarakat internasional mencatat bahwa Israel yang berusaha menghentikan perundingan dengan terus membangun permukiman di wilayah Palestina itu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Barat Bungkam terhadap Nuklir Zionis
Tulisan selanjutnya Saat Haji Arab Saudi Perketat Larangan Merokok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Berita
11 Oktober 2026 20:48
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?