Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Erdogan: Tak Ada Normalisasi Sebelum Zionis Minta Maaf

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 10 Juli 2011 05:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan mengatakan, Jumat (8/7), “tidak terpikirkan” untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, kecuali jika negara Yahudi itu meminta maaf atas penyerbuan mematikan terhadap kapal Turki yang menuju Gaza tahun lalu dan mencabut blokade atas wilayah Palestina tersebut.

Dalam pidato kepada parlemen mengenai program baru pemerintahnya, Erdogan tidak memberikan tanda-tanda untuk melunakkan ketentuan itu, meski laporan-laporan dalam beberapa pekan ini menyebutkan bahwa kedua pihak mengadakan pembicaraan rahasia untuk memperbaiki hubungan.

Ankara berulang kali menuntut Israel meminta maaf dan membayar ganti-rugi atas pembunuhan sembilan aktivis Turki pro-Palestina dalam penyerbuan itu.

“Normalisasi hubungan antara kedua negara tidak terpikirkan, kecuali jika Israel meminta maaf atas tindakan ilegal ini, yang bertentangan dengan semua hukum dan kaidah internasional, membayar ganti rugi kepada keluarga orang-orang yang kehilangan nyawa mereka dalam peristiwa kejam ini dan mencabut embargo terhadap Gaza,” kata Erdogan, yang mendapat sambutan dari anggota-anggota parlemen kubunya, Partai AK.

Seorang pejabat Israel mengatakan kepada Reuters, Kamis, sebuah laporan PBB mengenai penyerbuan itu akan diterbitkan pada 27 Juli, setelah penundaan-penundaan untuk memungkinkan pembicaraan lebih lanjut antara Israel dan Turki.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pejabat yang menolak disebutkan namanya itu tidak bersedia menjelaskan hasil temuan komite yang dibentuk oleh Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon dan dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Selandia Baru Geoffrey Palmer dan hanya megatakan bahwa laporan itu sedang dirampungkan.

Namun, Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz mengatakan sebelumnya, rancangan terdahulu laporan Palmer menunjukkan bahwa komite itu akan memberikan laporan yang sebagian besar mendukung Israel.

Israel menjadi sorotan dunia setelah serangan mematikan terhadap armada kapal bantuan tujuan Gaza pada Mei 2010.

Laporan yang dikeluarkan Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada 22 September menyebutkan, ada “bukti jelas untuk mendukung penuntutan” terhadap Israel karena pembunuhan dan penyiksaan yang disengaja dalam serangan Mei yang menewaskan sembilan aktivis Turki itu.

Hubungan Israel-Turki terperosok ke tingkat terendah sejak kedua negara itu mencapai kemitraan strategis pada 1990-an akibat insiden tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IPM Ikrarkan Dirinya Sebagai Rumah Kreatif Pelajar Indonesia
Tulisan selanjutnya UIKA Bogor Buka S2 Pemikiran Islam Berpesantren

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

Berita
20 Oktober 2026 21:55
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?