Hidayatullah.com–Financial Times menyebutkan bahwa Kolonel Muammar Qadhafi telah menyatakan kesediaannya untuk mundur jika persyaratan tertentu dipenuhi. Kabar tersebut dikutip dari beberapa sumber hasil dari kontak tidak resmi antara pejabat Libya dengan pejabat NATO yang mendukung pemberontak.
Artikel itu menuliskan, salah satu persyaratan yang diajukan Qadhafi adalah dirinya tetap diizinkan menetap di Libya. Namun salah seorang pejabat NATO mengatakan bahwa masalah tersebut tidak dapat dibahas dulu, kecuali jika Qadhafi mundur.
Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mengatakan bahwa kontak-kontak tidak resmi dilakukan pada hari Selasa (12/7). Namun meski demikian, ia juga menunjukkan bahwa mundurnya Qadhafi masih jauh dari kepastian.
“Itu bukan perundingan resmi. Kami menyambut utusan yang mengatakan bahwa Qadhafi siap untuk mundur.” tutur Alain Juppe dalam sebuah wawancara radio.
Financial Times mengutip dari seorang diplomat yang terlibat dalam kontak dengan utusan dari Tripoli, bahwa NATO telah mendekati solusi untuk negosiasi yang berakhir dengan turunnya Qadhafi dari kekuasaan. Akan tetapi hal itu tidak dalam waktu dekat.*