Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gereja St Paul Ribut Soal Tenda Demonstran

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 1 November 2011 14:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Masalah keberadaan demonstran yang menginap di depan Gereja Katedral Saint Paul, London, membuat petinggi gereja berselisih paham dan salah satunya mengundurkan diri.

Seorang pejabat tinggi gereja yang mengundurkan diri, Graham Knowles, mengatakan bahwa hujan kritik yang menyoroti cara katedral mengatasi situasi terkait keberadaan kemah para demonstran di depan gereja membuat posisinya tidak dapat lagi “dipertahankan”.

Graham Knowles memiliki cukup jabatan tinggi di Katedral St Paul, yang mengharuskannya adanya persetujuan dari ratu untuk pergantian jabatan itu.

Sebagaimana dilansir Guardian, Senin (31/10/2011), dalam pernyataannya kepada media di Chapter House–di seberang St Paul–Knowles mengatakan bahwa pejabat gereja mengalami tekanan sejak para demonstran menjadikan depan katedral sebagai kamp mereka.

“Saya berharap dan berdoa, di bawah kepemimpinan yang baru maslah ini akan terus diperhatikan dan mungkin ada perubahan dan resolusi yang damai,” kata Knowles.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagaimana diketahui, para demonstran Occupy London Stock Exchange yang memprotes keserakahan perusahaan-perusahaan besar selama 16 hari terakhir ini, mendirikan kemah-kemah mereka di depan Katedral St Paul, yang lokasinya dekat dengan bursa saham LSE.

Para tetua gereja di St Paul mendapat kecaman tidak hanya terkait rencana pengusiran paksa dengan kekerasan terhadap para demonstran, tetapi juga atas penutupan gereja selama satu pekan dengan alasan kesehatan dan keamanan.

Pemilik tanah di sekitar gereja juga akan melayangkan gugatan hukum jika para demonstran tidak mau pergi dari lahan mereka.

Dalam pertemuan hari Jum’at kemarin, Michael Wellbank, pengacara yang memimpin pertemuan itu mengatakan, “Protes adalah hak dasar dalam demokrasi, tapi berkemah di jalan raya bukan.”

Gereja yang awalnya mendukung aksi protes para demonstran dan menyambut keberadaan mereka di depan katedral, pada hari Jum’at itu mengatakan mendukung langkah hukum tersebut.

Menanggapi hasil pertemuan tersebut, seorang aktivis demonstran, Spyro van Leeman, mengatakan bahwa sebelum menanggapi surat dari pemilik tanah mereka akan melakukan rapat massal secara demokratis. Vn Leeman juga mengatakan bahwa demonstran akan tetap berada di St Paul dalam waktu yang lama dan akan menyebar ke lokasi-lokasi lain di London. Sebuah kamp telah didirikan di Finsbury Square pekan lalu dan mereka akan mencari lokasi ketiga pekan ini.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tentara Australia di Afghanistan Tembak Mati Penjual Kartu Telepon
Tulisan selanjutnya Malaikat Maut pun Menunggu Shalatnya Ulama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?