Hidayatullah.com–Sekelompok pegawai pabean di Pelabuhan Suez mengungkapkan bahwa Kementerian Dalam Negeri Mesir sedang dalam proses menerima 21 ton gas air mata dari Amerika Serikat.
Sebagaimana dilansir Ahram Online, Selasa (29/11/2011), hal tersebut dibenarkan Mehdat Eissa, aktivis demonstran di kota pelabuhan Suez, yang mengaku memegang dokumen yang didapat dari pegawai pabean Terusan Suez. Para pegawai tersebut sedang dalam pemeriksaan, karena menolak meloloskan pengiriman 7 ton gas air mata dari Amerika Serikat untuk melewati pelabuhan tersebut.
Sekelompok pegawai Pelabuhan Laut Adabiya di Suez mengkonfirmasi hal itu, dengan memberikan sejumlah bukti dokumen, bahwa ada pengiriman 21 ton gas air mata dalam tiga tahap berasal dari Pelabuhan Wilmington di Amerika Serikat.
Para pegawai mengatakan, kapal kontainer Danica yang membawa 7 ton gas air mata buatan perusahaan Amerika, Combined System, telah masuk ke pelabuhan. Dua pengiriman sejenis dari perusahaan yang sama dijadwalkan akan tiba dalam pekan ini.
Sebagaimana diketahui, ribuan demonstran Mesir yang berunjuk rasa sejak awal tahun 2011 ini, senantiasa dihujani gas air mata dan tembakan oleh petugas keamanan. Begitu seringnya mereka bergulat dengan kepulan asap gas air mata, membuat para demonstran senantiasa mencari cara untuk mengatasi keadaan tersebut, antara lain dengan selalu membawa air cuka, minuman bersoda dan air mineral. Serta menulis nomor telepon yang bisa dihubungi, sebagai tindakan berjaga-jaga jika sesuatu terjadi atas diri mereka.*