Hidayatullah.com—Presiden Venezuela Nicolas Maduro, hari Senin (14/1/2019), menyebut Presiden Brazil Jair Bolsonaro sebagai seorang Hitler masa kini, beberapa hari setelah pemerintah Brazil mengakui tokoh oposisi sebagai pemimpin yang sah dari Venezuela.
Hari Sabtu (12/1/2019), pemerintahan Brazil yang baru pimpinan Jair Bolsonaro mengatakan pihaknya mengakui Juan Guaido, ketua Kongres Venezuela yang dikuasai oposisi, sebagai presiden yang sah setelah Maduro diambil sumpahnya sebagai presiden Venezuela untuk periode kedua yang dicap oleh negara-negara pro-Amerika Serikat sebagai tidak sah.
“Di sana ada Brazil yang berada di dalam genggaman seorang fasis –Bolsonaro adalah Hitler di era modern!” kata Maduro dalam pidato kenegaraannya seperti dikutip Reuters.
“Biarkan kita serahkan soal Bolsonaro ke tangan rakyat Brazil yang luar biasa, yang akan memeranginya dan membereskannya,” imbuh Maduro.
Kantor Kepresidenan Brazil mengatakan melalui seorang jubir bahwa pihaknya tidak akan memberikan komentar.
Guaido hari Jumat (11/1/2019) mengatakan bahwa dirinya bersedia melanjutkan lagi kepemimpinannya setelah para tokoh oposisi mengatakan periode kedua Maduro tidak sah, karena pemilu tahun 2018 yang diboikot kelompok oposisi diatur sedemikian rupa sesuai kehendaknya.
Brazil dan Venezuela memiliki hubungan baik selama lebih dari satu dekade berkat ikatan pertemanan antara Partai Pekerja Brazil dan Partai Sosialis Venezuela.
Bolsonaro, seorang anti komunis yang memuji-muji pemerintahan diktator militer di Brazil 1964-1985, berjanji akan menarget Venezuela.
Bolsonaro terang-terangan menyatakan pro-Amerika Serikat dan ingin memperbaiki hubungan negaranya dengan AS. Sementara Amerika Serikat berusaha menghancurkan Venezuela bukan saja karena negara itu masih dikuasai komunis, tetapi juga karena Venezuela dalam perdagangan ingin mengurangi ketergantungannya kepada mata uang dolar AS dan sedang meningkatkan hubungannya dengan China dan Rusia.*