Hidayatullah.com–Pameran buku yang ditunggu-tunggu para penggemar dan pemburu buku dari berbagai penjuru dunia Cairo Internasional Book Fair ke-44 telah resmi dibuka pada tanggal 23 Januari 2013 kemarin, dengan tema “Dialog, bukan pertikaian”.
Seperti biasa setiap tahunnya, acara pameran buku ini mengambil tempat di lokasi khusus penyelenggaraan pameran-pameran internasional di Mesir, di kawasan jalan Shalah Salim samping Stadion Internasional Kairo, Nasr City.
Di setiap penyelenggaraan Cairo Internasional Book Fair selalu mengundang tamu kehormatan khusus dari negara lain, yang mendapatkan satu stand khusus berukuran besar untuk memamerkan buku-buku, budaya, seni atau produk negara tersebut. Tahun ini Libya menjadi tamu negara kehormatan itu.
Setiap tahunnya Cairo Internasional Book Fair lebih banyak menyajikan buku-buku keislaman, baik kitab-kitab Islam klasik turats, maupun buku Islam kontemporer.
Panitia Cairo Internasional Book Fair membagi unit stand besar berdasarkan jenis buku yang dijual penerbit, misalnya kelompok penerbit buku turats, Islam kontemporer dan penerbit buku-buku umum seperti buku sastra, sains, teknologi dan ekonomi. Stand internasional dikhususkan bagi penerbit negara-negara tamu. Penjual buku bekas mendapatkan stand tersendiri. Bahkan buku rohani agama Kristen ada dan dijual di beberapa stand khusus.
Pada hari pertama, pengunjung yang datang memang masih relatif sedikit. Beberapa stand juga masih terlihat masih melakukan persiapan. Bahkan ada stand yang masih belum siap untuk dikunjungi pelanggan.
“Besok, insya Allah!” kata salah seorang penjaga stand yang menjual buku-buku terbitan pemerintah Mesir kepada hidayatullah.com.
Namun, ada juga stand yang sudah membagikan berbagai brosur buku atau produk-produk yang ditawarkannya.
Jumlah pengunjung setiap hari bisa mencapai 15.000 orang. Pameran ini digelar hingga tanggal 5 Februari 2013, dengan harga tiket masuk 1 pound Mesir.
Pameran tahun ini menurut Egypt Independent diikuti 735 penerbit dari 25 negara, termasuk 493 asal Mesir, 17 penerbit Arab dan 8 penerbit non-Arab. Pameran dibuka oleh Presiden Muhammad Mursy.
Selain untuk berburu buku, Cairo Internasional Book Fair ini juga menjadi tempat tujuan untuk berekreasi, sebab tempat pameran buku ini memang memberikan peluang untuk itu. Di taman-taman luas di sekitar tempat pameran banyak orang menggelar tikar untuk bersantai. Stand-stand penjual makanan dan minuman juga disediakan.
Disamping buku, pengunjung dapat membeli barng-barang elektronik yang berkenaan dengan dunia akademis yang ada di stand tersendiri.
Tepat berdampingan dengan lokasi Cairo Internasional Book Fair diselenggarakan pameran mobil “Automech Formula” ke-20 mulai tanggal 17 Januari sampai 25 Januari 2013.*