Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Coca-Cola Tak Pakai ‘Muhammad’ dalam Iklan di Swedia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Mei 2013 21:29 9:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Mei 2013 21:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebagai bagian dari iklan di daratan Eropa, konsumen Coca-Cola di Swedia akan dapat membeli 115 juta botol minuman ringan itu yang masing-masing diberi label nama-nama populer di kalangan orang muda Eropa.

Di setiap botol Coca-Cola akan tercantum satu nama pria atau wanita, seperti Daniel, Emma, Johan, Anna dan Sara.

Namun, meskipun termasuk salah satu nama paling populer di Swedia, nama “Muhammad” tidak akan dicantumkan di antara botol-botol minuman ringan itu.

“Secara simbolis, Coca-Cola sangat erat kaitannya dengan Amerika Serikat. Kami mendiskusikan masalah ini secara internal sebelum meluncurkan kampanye ini, dan juga berbicara dengan Asosiasi Islam di Swedia,” kata Gustaf Watterwik marketing manajer Coca-Cola Swedia kepada koran Svenska Dagbladet dilansir The Local (3/5/2013).

“Pada akhirnya, kami mencapai kesimpulan bahwa akan menjadi tidak terlalu provokatif jika tidak memasukkan nama tersebut, pada produk yang diasosiasikan dengan AS itu,” katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Wetterwik menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin menggunakan nama dari nabi Muslim dalam konteks komersial. Perusahaan minuman berkarbonasi itu juga mencoret nama Max dan Felix karena alasan merek dagang. Max adalah nama sebuah merek jaringan kedai hamburger di Swedia, sementara Felix nama produk makanan beku dan manisan.

Kampanye komersial yang diberi tajuk “Share a Coca-Cola with” itu memilih nama-nama paling populer di kalangan pemuda Swedia usia 12 sampai 29 tahun, dengan memanfaatkan data dari kantor pusat statistik Swedia SCB.

Di Swedia terdapat lebih dari 2.000 pria bernama Muhammad. Sementara nama dengan ejaan “Mohammed” digunakan oleh sebanyak hampir 9.000 orang, ejaan “Mohamed oleh lebih dari 10.000 orang.

Sedangkan nama Johan di Swedia dipakai oleh 173.243 orang dan Emma oleh lebih dari 71.000 orang.

Coca-Cola pertama kali diperkenalkan di Swedia tahun 1953. Saat ini perusahaan itu mempekerjakan 800 pegawai di Swedia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Partai Liga Muslim Pakistan Unggal dalam Pemilu
Tulisan selanjutnya Anggito: Realisasi Beli Pesawat Haji Segera Terwujud

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Berita
21 Juli 2026 22:34
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?