Senin, 12 September 2005
Hidayatullah.com–"Perang melawan teror" yang dilancarkan AS hanya menyelamatkan sedikit jiwa ketimbang dana yang dikeluarkan untuk riset dan pencegahan penyakit, dan boleh jadi telah menyebabkan banyak kematian akibat pengalihan dana dari berbagai layanan dasar, seorang pakar menyatakan pada akhir pekan lalu.
Tuduhan itu bukanlah hal baru, namun DR. Erica Frank dari Departemen Kedokteran Preventif dan Keluarga di University School of Medicine di Atlanta mengemukakan dirinya telah menghitung biaya itu, dari sudut jiwa yang melayang dari kebijakan anti-teror pemerintah.
"Dampak paling baru pengalihan dana ini terlihat pada tragedi Topan Katrina di New Orleans dan kawasan sekitarnya," tulis Frank dalam komentarnya yang disiarkan dalam British Medical Journal, sebagaimana dikutip Reuters.
"Pemerintah harus melindungi rakyatnya, dan mengantisipasi kemungkinan munculnya ancaman ini di masa mendatang dengan tepat dan memang perlu bagi kesehatan rakyat Amerika."
Pada 11 September 2001, 3.400 orang tewas karena empat pesawat sipil yang dibajak jatuh di New York, Washington dan Pennsylvania. Namun 5.200 orang Amerika lainnya meninggal dunia pada hari yang sama akibat penyakit biasa, demikian menurut Frank.
Untuk memperkirakan berapa banyak orang Amerika meninggal dunia akibat kasus-kasus rutin pada 11 September, Frank menggunakan perkiraan angka kematian (mortalitas) nasional dari berbagai macam kasus.
"Berbagai tragedi yang dapat diramalkan terjadi setiap hari. Kita mengetahui sejumlah strategi untuk menurunkan kematian akibat rokok, diet yang buruk, luka tak sengaja dan penyebab yang dapat diramalkan lainnya. Dan kita tahu bahwa jutaan orang akan mati tanpa kita melindungi penduduk dari penyebab kematian rutin ini," tulisnya.
Akan tetapi, banyak uang dihamburkan untuk melindungi kematian yang tidak mungkin terjadi.
"Sebagai contoh, pada September 2002, New York mendapat dana senilai 1,3 juta dolar untuk menurunkan serangan jantung, penyebab utama kematian para warga New York, sebaliknya dana senilai 34 juta dolar diberikan bagi kesiapan untuk bioterorisme di negara bagian itu," tambah Frank.
Para pendukung langkah tersebut menyatakan kesiapan atas bioteror akan meningkatkan struktur kesehatan publik secara umum.
Dia menyebutkan sejumlah laporan yang memperlihatkan pemerintah federal mengurangi pengeluaran untuk memperkuat tanggul yang dibangun untuk melindungi New Orleans dari banjir yang telah menghancurkan kota itu.
"Karena tujuan pengeluaran dalam kontra-teror adalah untuk melindungi jiwa rakyat Amerika, yang menjadi pertanyaan adalah mana yang lebih baik satu dolar dipakai di Irak atau uang itu digunakan saja di sini?" ia bertanya. (rri/rtr)