Hidayatullah.com—Presiden Mesir Muhammad Mursy mengatakan pada hari Sabtu (15/6/2013) bahwa Mesir memutus seluruh hubungan diplomatik dengan Damaskus dan menyeru agar diberlakukan zona larangan terbang di wilayah Suriah.
Berbicara di hadapan para ulama dari seluruh dunia di Kairo Mursy mengatakan, “Kami memutuskan hari ini untuk sepenuhnya memutuskan hubungan dengan Suriah dan rezim Suriah saat ini,” seraya memperingatkan Hizbullah menarik pasukannya di Suriah, lansir Hurriyet Daily News (17/6/2013).
“Kami menentang Hizbullah dan agresinya atas rakyat Suriah,” kata Mursy. “Hizbullah harus meninggalkan Suriah -ini kata-kata serius. Tidak ada tempat bagi Hizbullah di Suriah.”
Mursy, yang berbicara di stadion berkapasitas 20.000 orang itu, mendesak agar dunia tidak ragu untuk menerapkan zona larangan terbang di Suriah. Dia juga menegaskan bahwa Mesir sepenuhnya mendukung perjuangan rakyat Suriah secara moral dan material melawan rezim penindas rakyat pimpinan Bashar al-Assad.
Sementara itu, seorang pejabat Suriah yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita pemerintah Suriah SANA menyatakan kecamannya atas tindakan Mesir memutus hubungan diplomatik sepihak dengan Damaskus.
“Republik Arab Suriah mengecam sikap tidak bertanggungjawab ini,” kata orang tersebut.*