Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Baca Buku Novelis Prancis Pemenang Nobel, Menteri Kebudayaan Dikecam

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 November 2014 16:48 4:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 November 2014 16:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketika novelis Patrick Modiano awal Oktober lalu diumumkan sebagai pemenang Nobel bidang sastra, Menteri Kebudayaan Fleur Pellerin mengatakan bahwa hal itu menunjukkan “pengaruh dan vitalitas kesustraan Prancis di mata dunia.”

Namun, dalam wawancara dengan Canal+ hari Ahad (1/11/2014), Pallerin harus mengakui bahwa dia tidak pernah membaca satupun buku dari penulis Prancis tersebut.

“Saya tidak punya waktu untuk membaca apapun dalam dua tahun terakhir, kecuali catatan-catatan dalam jumlah yang sangat banyak, teks legislatif dan kawat berita,” ujarnya dikutip France24.

Tidak banyak orang di luar Prancis yang pernah mendengar nama Modiano ketika dia mendapatkan anugerah tersebut.

Tetapi di Prancis, menteri kebudayaan diharapkan menjadi suar dari pencapaian bidang kebudayaan negeri itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dan bagi kebanyakan orang, sama sekali tidak mengetahui karya-karya sastra terkemuka peraih penghargaan merupakan dosa yang tidak termaafkan.

Penulis Tahar Ben Jelloun, juri penghargaan sastra bergengsi Goncourt di Prancis, kepada Radio France Inter mengatakan kurangnya pengetahuan Pellerin akan hasil karya sastrawan Prancis itu “memalukan”.

Menulis di Huffington Post, komentator Claude Askolovitch mengatakan kegagalan Pellerin dalam mengikuti perkembangan pencapaian sastra negaranya merupakan tindakan “barbar” dan dia menuntut wanita itu mundur dari jabatan menteri.

Lebih mengesalkan lagi, kata Askolovitch, wanita itu bahkan tidak sedikitpun berusaha untuk berpura-pura mengenal atau tertarik dengan karya Modiano.

“Dia sedikitpun tidak tertarik dengan Modiano.”

“Dia tidak mau bersusah payah untuk melihat satu buku saja, atau satu kalimat singkat, agar kelihatan dia mengetahui tentangnya (Modiano). Dia bahkan tidak mau berpura-pura [mengenalnya].”

Namun, ada yang justru menghargai kejujuran dan keterusterangan Pellerin, wanita kelahiran Seoul, yang ketika masih bayi diterlantarkan di jalanan negeri gingseng sebelum akhirnya diadopsi sebuah keluarga Prancis.

“Kita harus menyambut baik keterusterangannya kepada kita bahwa jadwalnya sebagai menteri nyaris tidak menyisakan tempat tenang yang dibutuhkannya untuk menikmati kegiatan membaca,” tulis situs berita Lepoint.fr dalam editorialnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kantor Berita Suriah Rilis Situs Berbahasa Hebrew
Tulisan selanjutnya Pluralisme di Indonesia Hanya Tambal Sulam!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?